Messi Marah, Wasit Diam: Cucurella Bebas dari Kartu Merah di Final Piala Dunia 2026!

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Messi Marah, Wasit Diam: Cucurella Bebas dari Kartu Merah di Final Piala Dunia 2026!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Lionel Messi memprotes wasit karena tidak memberi kartu merah kepada Marc Cucurella yang dituduhkan menutup mulut saat bicara.
  • Wasit Slavko Vincic menolak kartu merah karena Cucurella hanya menyentuh bibir tanpa menutup mulut, berbeda dengan kasus Miguel Almiron dan Piero Hincapie.
  • FIFA baru-baru ini memperkenalkan aturan larangan menutup mulut karena insiden rasialisme antara Vinicius Jr dan Gianluca Prestianni.

Wasit Tak Gubris Messi, Cucurella Bebas dari Kartu Merah di Final Piala Dunia 2026 Dalam pertandingan final Piala Dunia 2026, Lionel Messi sempat mendesak wasit Slavko Vincic untuk memberi kartu merah kepada Marc Cucurella. Alasannya, Cucurella diduga menutup mulut saat berbincang dengan sang kapten Argentina. Namun, tayangan ulang menunjukkan pemain 27 tahun itu hanya menyentuh bibir tanpa menutup wajah sepenuhnya.

Aturan terbaru FIFA menyebutkan bahwa menutup mulut dianggap pelanggaran serius, terutama jika dihubungkan dengan kata-kata tendensius. Namun, dalam kasus ini, wasit tidak menganggap Cucurella melanggar. Berbeda dengan Miguel Almiron yang langsung diusir karena menutup mulut saat menghadapi Turki, atau Piero Hincapie dari Ekuador yang dihukum kartu merah di babak 32 besar.

Uniknya, Harry Kane juga dilihat menyentuh area mulut saat bicara dengan wasit, tetapi tidak diberi sanksi. Wasit menganggap aksi Kane tidak sengaja dan tidak bermaksud menutupi ucapan negatif. Aturan ini baru diberlakukan di Piala Dunia 2026 setelah insiden serupa antara Vinicius Jr dan Gianluca Prestianni dalam laga Real Madrid vs Benfica, yang mengundang kontroversi rasialisme.

Analisis Pakar

Keputusan wasit Slavko Vincic dalam menolak kartu merah untuk Marc Cucurella memunculkan pertanyaan besar tentang konsistensi penerapan aturan baru FIFA. Menutup mulut dianggap pelanggaran serius, tetapi batasannya masih ambigu. Jika Cucurella hanya menyentuh bibir tanpa menutup wajah, mengapa kasus ini tidak dianggap pelanggaran? Padahal, dalam konteks pertandingan, setiap gerakan bisa menjadi simbol perlawanan atau provokasi.

Saya kira ini adalah salah satu tantangan terbesar dalam sepak bola modern: bagaimana membedakan antara aksi yang sengaja atau tidak. Harry Kane yang menyentuh area mulut juga tidak diberi sanksi, padahal secara visual mirip dengan Cucurella. Ini menunjukkan bahwa wasit harus memiliki pandangan taktis yang lebih dalam, bukan sekadar menilik gerakan fisik. FIFA perlu memberikan panduan yang lebih jelas agar wasit tidak bergantung pada interpretasi subjektif.

Keputusan ini juga mencerminkan dinamika politik dalam sepak bola. Messi, sebagai ikon dunia, pasti memiliki pengaruh besar. Apakah wasit ragu untuk menindak Cucurella karena tekanan dari Argentina? Atau justru ingin menghindari kontroversi yang bisa membesar di dunia media sosial? Saya kira ini adalah ujian bagi FIFA untuk menunjukkan bahwa mereka tidak memihak, terlepas dari status pemain atau tim.

Kita juga tidak bisa mengabaikan latar belakang aturan ini. Insiden antara Vinicius Jr dan Gianluca Prestianni adalah pemicu penting. Jika menutup mulut bisa menjadi sarana untuk menyebarkan kata-kata rasial, maka larangan ini sangat relevan. Namun, regulasi harus dijalankan dengan bijak agar tidak menjadi alat untuk membatasi ekspresi pemain yang sebenarnya tidak bermaksud jahat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Kenapa Marc Cucurella tidak dapat kartu merah?
    Wasit menilai Cucurella hanya menyentuh bibir tanpa menutup mulut, berbeda dengan kasus Miguel Almiron yang lebih ekstrem.
  • Apa aturan baru FIFA tentang menutup mulut?
    FIFA melarang menutup mulut karena bisa menjadi simbol perlawanan atau penyebaran kata-kata tendensius, terutama setelah insiden rasialisme di Piala Dunia 2026.
  • Bagaimana dampak keputusan ini pada sepak bola modern?
    Keputusan ini menunjukkan pentingnya konsistensi wasit dan regulasi yang jelas agar tidak ada perbedaan penilaian dalam situasi serupa.