Argentina's World Cup Heartbreak Sparks Chaos in Buenos Aires: What Went Wrong?
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Argentina kalah 1-0 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 usai babak perpanjangan waktu.
- Kerusuhan pecah di kawasan Obelisk Buenos Aires sebagai bentuk protes dan kekecewaan rakyat.
- Ekspresi emosional warga Argentina, termasuk air mata, menggambarkan dampak psikologis dari kekalahan tersebut.
Buenos Aires, Argentina – Kekalahan Argentina 1-0 dari Spanyol dalam final Piala Dunia 2026 usai babak perpanjangan waktu bukan hanya menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar sepak bola, tetapi juga memicu kerusuhan di pusat kota. Pada malam pertandingan, ribuan warga yang berkumpul di sekitar Obelisk Buenos Aires untuk menonton langsung melalui layar besar, berubah menjadi aksi protes yang mengguncang ketertiban. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata dan kekuatan fisik untuk menghindari kerusakan properti yang lebih luas.
Kekecewaan ini tidak hanya tentang hasil pertandingan, tetapi juga mencerminkan ketegangan sosial yang sudah ada di Argentina. Beberapa tokoh politik dan masyarakat sipil menyebutkan bahwa kekalahan timnas kampung ini justru menjadi pemicu kembali konflik antara kelompok yang mendukung dan yang mengkritik kebijakan pemerintah. Sementara itu, ekspresi air mata dari para penggemar menunjukkan betapa sepak bola bukan hanya olahraga, tetapi juga simbol identitas nasional yang mendalam. Di sisi lain, Madrid justru meledak dalam kegembiraan ribuan penggemar yang merayakan kemenangan Spanyol, memperlihatkan kontras emosional yang jelas antara kedua negara.
BERITA TERKAIT

Spanyol Gunting Jaring Gawang Usai Juara Dunia 2026: Tradisi yang Menggugah Semangat!

Rp100 Triliun Dana SAL Dialihkan ke Himbara: Ini Alasan Pemerintah dan Reaksi DPR
