11 Drakor Fantasi Cinta Lintas Zaman yang Bikin Kamu Terpana! Siap-siap Tambah di Watchlist!

Selebriti
Nadia PutriNadia Putri
Nadia Putri
Nadia Putri
Editor Hiburan

Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

11 Drakor Fantasi Cinta Lintas Zaman yang Bikin Kamu Terpana! Siap-siap Tambah di Watchlist!
BAGIKAN:

Siapa bilang drama Korea cuma soal cinta biasa? Kalau kamu suka cerita yang melompat antara masa lalu, masa depan, bahkan dunia paralel, maka drakor fantasi cinta lintas zaman adalah jawabannya. Dari jin yang terkurung dalam lampu tua sampai goblin abadi yang mencari "pengantin manusia", daftar di bawah ini bakal bikin kamu ngantuk karena penasaran!

1. My Love from the Star – Jin seribu tahun terkurung dalam lampu tua akhirnya dipanggil oleh Ki Ka‑Young (Bae Suzy) yang kehilangan rasa. Kombinasi tiga permintaan ajaib dan drama emosional bikin tiap episode terasa segar dan lucu.

2. Angel's Last Wish – Jung Hee‑Wan (Kim Min‑ha) menemukan kembali cinta pertamanya, Kim Ram‑Woo (Gong Myung), yang kini menjadi malaikat pencabut nyawa. Romantis, melankolis, dan penuh misteri.

3. Mr. Queen – Seorang koki modern terjebak dalam tubuh ratu Joseon! Ikuti kelucuan dan intrik istana bersama Raja Cheoljong (Kim Jung‑hyun) sambil menunggu cara kembali ke zaman sekarang.

4. The King: Eternal Monarch – Lee Gon (Lee Min‑ho), kaisar dunia paralel, menembus pintu dimensi untuk bertemu detektif Jung Tae‑Eul (Kim Go‑eun). Cinta mereka teruji di antara dua realitas yang saling bersaing.

5. Doctor Prisoner – Tabib Joseon Heo Im (Kim Nam‑gil) terlempar ke Seoul modern, harus menyesuaikan diri dengan teknologi medis terkini sambil jatuh cinta pada dokter bedah Choi Yeon‑kyung (Kim Ah‑joong). Kombinasi sejarah dan medis modern yang menggelitik.

6. Time Travel with the Subway – Pengusaha real‑estate Yoo So‑joon (Lee Je‑hoon) dapat melompat waktu lewat kereta bawah tanah. Ia berusaha mengubah takdir pernikahannya dengan Song Ma‑rin (Shin Min‑a). Plot twist waktu yang bikin otak berputar.

7. Goblin (Guardian: The Lonely and Great God) – Gong Yoo berperan sebagai goblin 900‑tahun yang mencari "pengantin manusia". Pertemuannya dengan Ji Eun‑tak (Kim Go‑eun) membuka kisah cinta abadi yang menembus reinkarnasi.

8. Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo – IU berperan Go Ha‑jin yang terlempar ke Dinasti Goryeo, terjebak dalam segitiga cinta dengan pangeran Wang Wook dan Wang So (Lee Joon‑gi). Drama ini terkenal dengan ending yang mengiris hati.

9. Love in the Moonlight – Seorang siswi (Kim Seul‑gi) tak sengaja meluncur ke era Joseon, bertemu Raja Lee Do (Yoon Doo‑joon). Komedi ringan dengan sentuhan takdir yang manis.

10. Rooftop Prince – Putra mahkota Joseon (Park Yoochun) dan tiga pengawalnya berpindah ke Seoul modern, mengungkap misteri kematian istrinya sambil jatuh cinta pada Park Ha (Han Ji‑min) yang wajahnya mirip mendiang istri.

11. Queen In‑hyun's Man – Cendekiawan Kim Boong‑do (Ji Hyun‑woo) melompat waktu berulang kali lewat jimat sakti, menemukan cinta dengan aktris modern Choi Hee‑jin (Yoo In‑na). Salah satu time‑slip romance paling dicintai penonton.

Opini Mendalam

Genre drakor fantasi cinta lintas zaman memang menjadi laboratorium kreatif bagi penulis Korea. Mereka tidak hanya menumpahkan dosis romantisme, melainkan juga menguji batas logika penonton dengan mekanisme waktu, dimensi, dan reinkarnasi. Dari sudut pandang saya sebagai pengamat budaya pop, fenomena ini mencerminkan keinginan kolektif generasi milenial‑Gen Z untuk melarikan diri dari realitas yang terasa monoton, sekaligus mencari makna dalam konsep takdir yang tak dapat dihindari.

Jika dilihat lebih jauh, setiap drama di atas menyisipkan kritik sosial yang halus. Misalnya, Mr. Queen mengolok‑olok patriarki istana Joseon sambil menyoroti kebebasan perempuan modern. The King: Eternal Monarch menyinggung isu‑isu geopolitik melalui metafora dunia paralel, sementara Goblin mengangkat tema penderitaan abadi yang bisa diartikan sebagai metafora bagi generasi yang merasa “terjebak” dalam rutinitas kerja.

Tren time‑travel dan reinkarnasi juga menandakan kebangkitan nostalgia dalam budaya pop Korea. Penonton tidak hanya menonton cerita, melainkan juga merasakan nostalgia akan era‑era lampau yang idealisasi. Ini menjadi strategi pemasaran yang cerdas: menggabungkan elemen historis yang familiar dengan teknologi visual modern, sehingga menghasilkan pengalaman visual yang memukau sekaligus emosional.

Ke depan, saya memprediksi genre ini akan semakin berani bereksperimen. Kita mungkin akan melihat kolaborasi lintas platform—misalnya, drakor yang terintegrasi dengan game VR, memungkinkan penonton “melompat” secara literal ke dunia paralel. Jika tren ini berlanjut, drakor fantasi cinta lintas zaman tidak hanya akan menjadi hiburan semata, melainkan sebuah ekosistem naratif yang menghubungkan media, teknologi, dan budaya secara sinergis. Jadi, siapkan popcorn, karena perjalanan lintas zaman ini baru saja dimulai!