Argentina Juara Dunia, Langkahi Inggris! Gara-Gara Ini Mereka Rebut Posisi Nomor 1 FIFA!

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Argentina Juara Dunia, Langkahi Inggris! Gara-Gara Ini Mereka Rebut Posisi Nomor 1 FIFA!
BAGIKAN:

Argentina kembali menegaskan statusnya sebagai raksasa sepak bola dunia! Setelah menaklukkan Inggris dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 yang sarat drama, Tim Tango langkahi Spanyol dan Prancis untuk naik ke puncak ranking FIFA dengan 1970,37 poin. Kemenangan melalui adu penaltu dan gol kemenangan Lautaro Martinez di menit kedua tambahan waktu menjadi katalis utama perubahan takdir kutub kutub kedudukan.

Laga melawan Inggris di babak semifinal awalnya berat bagi Argentina. Anthony Gordon menjatuhkan Inggris mendahulu pada menit ke-55 melalui serangan cepat yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Argentina. Namun, kegigihan Lionel Messi dan kawan-kawan tidak berhenti. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan di menit-menit akhir waktu normal, menampilkan tekad yang tak terbendung. Lalu, dalam fase tambahan, Lautaro Martinez menjadi pahlawan dengan gol pemenang yang mengantarkan Argentina ke final.

Keberhasilan ini membuat Argentina melompat dua level dari posisi ketiga, menggusung Spanyol (1965,61 poin) dan Prancis (1948,97 poin) ke posisi di bawahnya. Inggris sendiri tetap di peringkat keempat dengan 1889,42 poin setelah gagal menambah poin dari hasil ini. Di urutan selanjutnya, Brasil, Maroko, Portugal, Belgia, Belanda, dan Meksiko menyusul dalam rentang poin yang sangat ketat.

Namun, perubahan ranking belum selesai. Argentina akan kembali bertemu Spanyol dalam final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7) dini hari waktu Indonesia. Sementara Prancis dan Inggris akan berkompetisi dalam perebutan peringkat ketiga pada Minggu (19/7) pagi waktu Indonesia. Semua tim ini punya peluang untuk menambah poin dan mengubah kembali topografi ranking global.

Analisis Mendalam: Argentina di Puncak, Tapi Tantangannya Belum Selesai

Keberhasilan Argentina dalam merebut posisi nomor satu FIFA bukanlah hal yang didapat dengan mudus. Kemenangan atas Inggris, meski dramatis, justru menunjukkan betapa besar tekad dan kualitas taktikal mereka. Lionel Scaloni berhasil menata strategi yang cukup adaptif, memanfaatkan kecepatan Enzo Fernandez di tengah lapangan serta ketangguhan Lautaro Martinez di final third. Namun, kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa Argentina masih bergantung pada momen-momen individu, terutama dari Messi. Di usia yang semakin mengkhawatirkan, apakah sang 'Kapten Kanguru' mampu menopang beban harapan seluruh negara hingga final?

Dari sisi taktikal, Argentina kini tampak lebih seimbang dibandingkan masa-masa sebelumnya. Dengan adopsi sistem 4-3-3 yang fleksibel, Scaloni memungkinkan timnya untuk beralih antara serangan cepat dan pengendalian bola secara efektif. Namun, celah defensif masih ada, terutama ketika menghadapi tim dengan serangan tipis seperti Inggris. Jika Spanyol menyiapkan rencana untuk memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Argentina, kita bisa lihat lagi pertarungan sengit di final.

Bagi Inggris, kekalahan ini adalah tamparan keras. Meski sudah menunjukkan kemajuan dengan pemain muda seperti Anthony Gordon, Gareth Southgate masih perlu menyelesaikan puzzle di bagian tengah lapangan. Kurangnya kreativitas dan kontrol emosi dalam fase akhir laga jadi bukti bahwa mentalitas 'Three Lions' belum sepenuhnya matang. Mereka harus belajar dari kegagalan ini, terutama sebelum menghadapi Prancis dalam perebutan peringkat ketiga.

Dari sisi global, persaingan ranking kini semakin ketat. Spanyol dan Prancis, yang dulu dianggap sebagai favorit, kini harus rela menurunkan posisi karena Argentina yang lebih konsisten. Brasil sendiri masih di urutan kelima, menunjukkan bahwa kebiasaan 'tim yang tidak konsisten' masih melekat. Sementara tim-tim seperti Maroko dan Portugal mulai menunjukkan potensi untuk bersaing di kelas dunia. Dunia sepak bola kini menanti pertarungan epik antara Argentina, Spanyol, dan kemungkinan besar, Brasil, di ajang internasional mendatang.