Messi vs Inggris: 5 Rekor GILA yang Bisa Dihancurkan di Piala Dunia 2026!

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Messi vs Inggris: 5 Rekor GILA yang Bisa Dihancurkan di Piala Dunia 2026!
BAGIKAN:

Rivalitas legendaris antara Inggris dan Argentina kembali menyala di panggung Piala Dunia 2026, dan kali ini sorotan utama jatuh pada Lionel Messi. Si La Pulga belum pernah menantang Tiga Singa dalam kariernya, sehingga laga pertama ini menjadi arena potensial bagi sejarah baru yang belum pernah terukir.

Sejarah duel kedua negara sudah dipenuhi momen ikonik: kemenangan 1‑0 Inggris di final 1966 yang mengantar mereka meraih trofi, serta gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona yang mengubah jalannya semifinal 1986. Kini, Messi berada di tengah sorotan, menyiapkan serangkaian tantangan rekornya yang bisa mengubah narasi sepak bola dunia.

Rekor #1: Gol ke‑9 dalam satu edisi Piala Dunia

Jika Messi menambah satu gol melawan Inggris, ia akan menjadi pemain Argentina pertama yang mencetak sembilan gol dalam satu turnamen, melampaui rekor legendaris Guillermo Stábile (8 gol) yang bertahan sejak 1930. Bayangkan, pada usia 39 tahun, Messi menorehkan gol ke‑9 di semifinal – sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.

Rekor #2: Assist ke‑11, menyalip Maradona

Messi tidak hanya mengandalkan insting penyerang; ia juga adalah maestro pengumpan. Jika ia menciptakan satu assist melawan Inggris, total assistnya akan mencapai sebelas, melampaui jejak Diego Maradona yang mencatat delapan assist dalam karier Piala Dunia. Ini akan menegaskan kembali statusnya sebagai pemain paling komplet dalam sejarah turnamen.

Rekor #3: Pemain tertua mencetak gol di semifinal

Berusia 39 tahun, Messi berpotensi menjadi pemain tertua yang pernah mencetak gol di babak semifinal Piala Dunia. Tidak ada pemain lain yang pernah menembus usia tersebut dan tetap menambah gol di panggung paling bergengsi. Jika tercapai, ini bukan sekadar rekor usia, melainkan bukti ketahanan fisik dan mental yang luar biasa.

Rekor Inggris: Kane & Bellingham Siap Menyusul Legenda

Di sisi lain, Harry Kane dan Jude Bellingham juga menyiapkan senjata mereka. Kedua pemain ini berpeluang menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak tujuh gol dalam satu edisi turnamen besar, menandingi rekor Gary Lineker (enam gol) yang telah bertahan selama lebih dari tiga dekade.

Kane, yang sudah mengantongi 14 gol di Piala Dunia, dapat menyamai rekor Ronaldo (R9) dengan 15 gol total jika ia menambah satu gol melawan Argentina. Sementara Bellingham, dengan kecepatan, visi, dan keberanian menyerang, dapat menambah dimensi taktis yang membuat pertahanan Inggris semakin sulit dihadapi.

Analisis Pakar

Secara taktis, pertandingan ini akan menjadi ujian strategi dua gaya bermain yang kontras. Argentina, dipimpin oleh Messi, cenderung mengandalkan kontrol bola tinggi, pergerakan diagonal, dan penetrasi melalui ruang sempit. Messi, meski berusia 39, masih menyimpan kemampuan dribbling yang mematikan dan visi yang mampu membuka celah pertahanan Inggris yang biasanya terorganisir dengan disiplin.

Inggris, di bawah asuhan pelatih yang menekankan pressing tinggi dan transisi cepat, akan mengandalkan kecepatan Kane dan Bellingham untuk memanfaatkan ruang di belakang lini pertahanan Argentina. Jika Kane dapat mengeksekusi tembakan jarak jauh yang akurat, dan Bellingham menembus lini tengah dengan dribel agresif, mereka dapat memaksa pertahanan Argentina beralih ke zona yang lebih dalam, membuka peluang bagi serangan balik yang mematikan.

Namun, kunci kemenangan terletak pada kemampuan kedua tim mengelola tekanan mental. Messi, yang sudah menorehkan lebih dari satu dekade prestasi di level tertinggi, harus menahan beban ekspektasi publik Indonesia yang menunggu sejarah baru. Di sisi lain, Inggris harus menahan godaan untuk terlalu agresif, mengingat sejarah pahit mereka melawan Argentina di 1986. Jika kedua tim dapat menyeimbangkan antara serangan kreatif dan pertahanan disiplin, laga ini tidak hanya akan menghasilkan gol spektakuler, tetapi juga menambah babak baru dalam buku sejarah sepak bola dunia.

Prediksi saya: pertandingan akan berakhir dengan skor tipis 2‑1, dengan Messi mencetak gol penentu di menit akhir, sekaligus menambah assist untuk rekan setimnya. Kane dan Bellingham kemungkinan besar akan mencetak masing‑masing satu gol, menegaskan bahwa generasi baru Inggris siap menantang dominasi tradisional Argentina. Namun, dalam sepak bola, satu momen magis dapat mengubah segalanya – dan Messi, dengan segala keajaibannya, siap menulis bab terakhir yang paling epik dalam kariernya.