Rekor Dunia: Sel Surya Tandem 28% Efisiensi, Terobosan China Guncang Industri Energi Terbarukan
Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Tim peneliti dari Institut Kimia Akademi Ilmu Pengetahuan China (ICCAS) berhasil mencetak rekor baru dalam bidang fotovoltaik dengan mengembangkan sel surya tandem perovskitāorganik yang mencapai efisiensi konversi daya steadyāstate bersertifikat sebesar 28,04āÆ%. Pencapaian ini melampaui batas sebelumnya dan menempatkan China pada posisi terdepan dalam kompetisi global untuk teknologi energi bersih.
Penelitian dipimpin oleh Li Yongfang, seorang akademisi senior di ICCAS, bersama rekan penelitiannya, Meng Lei. Kedua ilmuwan tersebut mengintegrasikan lapisan penstabil yang responsif terhadap cahaya, memungkinkan perubahan sifat material secara dinamis saat sel terpapar sinar matahari. Kombinasi inovatif ini menghasilkan sel surya tandem perovskitāorganik dengan kinerja yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Hasil lengkap studi ini dipublikasikan secara daring di jurnal Nature pada 13 Juli 2026, menandai pengakuan internasional atas kualitas riset tersebut. Publikasi di jurnal bereputasi tinggi menegaskan bahwa metodologi eksperimental, serta analisis karakteristik optikāelektronik, telah melewati standar peerāreview yang ketat.
Terobosan ini memiliki implikasi strategis yang luas. Di satu sisi, peningkatan efisiensi sel surya dapat menurunkan biaya levelized cost of electricity (LCOE), mempercepat adopsi energi terbarukan di negaraānegara berkembang. Di sisi lain, dominasi teknologi China berpotensi menggeser rantai pasok global, menantang produsen tradisional di Eropa, Amerika, dan Jepang untuk mempercepat inovasi mereka.
Namun, pencapaian ini tidak sertaāmerta menghilangkan tantangan yang masih menghambat komersialisasi sel perovskit, seperti stabilitas jangka panjang, skalabilitas produksi, dan dampak lingkungan dari bahanābahan kimia yang digunakan. Pemerintah China telah mengumumkan dukungan finansial dan kebijakan insentif untuk mempercepat transfer teknologi ini ke lini produksi massal, namun keberhasilan implementasi masih memerlukan kolaborasi lintasāsektor yang intensif.
Analisis Pakar
Sebagai jurnalis investigasi yang telah lama mengikuti dinamika industri energi, saya melihat dua hal krusial dalam terobosan ini. Pertama, pencapaian efisiensi 28āÆ% bukan sekadar angka statistik; ia menandai titik balik dalam upaya mengatasi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Jika sel perovskitāorganik ini dapat diproduksi secara massal dengan biaya kompetitif, maka potensi pengurangan emisi COā secara global akan sangat signifikan, terutama bagi negaraānegara dengan intensitas energi tinggi.
Kedua, keberhasilan ilmiah ini harus dilihat dalam konteks geopolitik energi. China tidak hanya berinvestasi dalam riset, tetapi juga mengamankan rantai pasok bahan baku kritis seperti timbal, indium, dan bahan kimia organik. Hal ini memperkuat posisi China dalam industri energi yang lebih luas.
Selanjutnya, tantangan teknis tidak boleh diremehkan. Stabilitas sel perovskit di bawah kondisi iklim tropis, paparan kelembaban, dan siklus termal masih menjadi batu sandungan utama. Tanpa solusi yang terbukti untuk masalah degradasi jangka panjang, investasi besarābesar di sektor ini berisiko tinggi. Pemerintah dan industri harus menyiapkan kerangka regulasi yang menuntut ujiācoba umur pakai yang ketat sebelum sel ini dapat masuk ke pasar massal.
Ke depan, saya memperkirakan tiga skenario utama: (1) China berhasil mengkomersialkan sel perovskit dengan biaya produksi di bawah $0,30 per watt, memicu gelombang adopsi global; (2) masalah stabilitas menghambat produksi massal, sehingga sel perovskit tetap menjadi niche teknologi premium; atau (3) kolaborasi internasional terbuka, dengan transfer teknologi yang mengurangi ketegangan geopolitik dan mempercepat transisi energi bersih secara kolektif. Bagaimanapun, pencapaian 28,04āÆ% ini menegaskan bahwa inovasi masih menjadi motor utama perubahan paradigma energi dunia.
BERITA TERKAIT

Jalan Tendean Dibuka ke Pancoran, BlokāÆM Masih Macet: Truk Crane dan Kelalaian Pengemudi Mengguncang Penanganan Infrastruktur

Bank Tutup 51.200 Rekening karena Judi Online: OJK Ungkap Besarnya Kebocoran Sistem Keuangan
