JPO Tendean Ambruk: Bina Marga DKI Jakarta Siapkan Pembongkaran Besar dan Lalin Dialihkan
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengumumkan rencana pembongkaran total JPO di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, setelah insiden truk pengangkut alat berat menabrak struktur tersebut dan hampir menyebabkan roboh total.
Kasat Bina Marga, Rifki Rismal, menjelaskan bahwa kerusakan pada pondasi kiri JPO sudah parah – tiang penyangga lepas dan tidak ada penopang di tengah. "Kami tidak bisa melakukan perbaikan parsial. Pembongkaran harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari atap hingga gelagar," tegasnya kepada wartawan pada Selasa, 14 Juli 2024.
Koordinasi dengan Polisi dan Dinas Perhubungan (Dishub) sedang berlangsung untuk mengatur penutupan jalan. Selama proses, satu arah lalu lintas menuju Blok M akan ditutup penuh, sementara arah berlawanan hanya ditutup setengah untuk memberi ruang kerja pada tim pembongkaran.
Rencana operasional dimulai pukul 10.00 WIB, menunggu kedatangan alat berat khusus. "Langkah pertama adalah memotong atap JPO karena jaraknya terlalu dekat dengan kendaraan yang melintas. Setelah itu, kami akan melepaskan gelagar secara bertahap," ujar Rifki, menambahkan bahwa pekerjaan diharapkan selesai pada sore hari.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menguraikan skema pengalihan lalu lintas. Kendaraan yang biasanya melintasi JPO dari arah timur akan dialihkan ke depan Polsek Mampang, kemudian diarahkan ke flyover atau ke underpass yang menghubungkan ke TL Kuningan dan Jalan Gatot Subroto. Pengalihan serupa berlaku untuk kendaraan dari Warung Buncit yang akan diarahkan ke jalur Mampang.
Pengalihan rute lalu lintas juga dipublikasikan melalui akun X TMC Polda Metro Jaya, yang menyarankan kendaraan dari arah Tegal Parang menuju Santa atau Blok M untuk melewati Jalan Mampang atau mengikuti lampu lalu lintas Mampang.
Menurut BPBD DKI Jakarta, insiden terjadi sekitar pukul 00.30 WIB ketika truk berpelat B-9077-UFU melintas di Jalan Kapten Tendean. Pengemudi, yang terganggu oleh penggunaan ponsel, tidak menyadari keberadaan JPO dan gagal memperhitungkan tinggi muatan crane. Akibatnya, crane menabrak dan merusak struktur JPO secara signifikan.
Analisis Pakar
Insiden ini mengungkapkan kegagalan sistemik dalam manajemen infrastruktur perkotaan. Pertama, keberadaan JPO yang tidak dilengkapi dengan penopang tengah menandakan desain yang sudah usang dan tidak memadai untuk menahan beban dinamis, terutama di kawasan dengan volume kendaraan berat. Kedua, kurangnya pengawasan ketat terhadap pengendara truk, terutama dalam hal penggunaan ponsel saat mengemudi, menunjukkan celah serius dalam penegakan aturan lalu lintas.
Koordinasi lintas sektoral antara Bina Marga, Polri, dan Dishub memang sudah ada, namun realisasinya masih terhambat oleh prosedur birokrasi yang lambat. Penutupan jalan yang hanya bersifat parsial pada arah berlawanan menimbulkan risiko tambahan, karena kendaraan tetap harus melintasi area kerja yang belum sepenuhnya aman. Solusi jangka pendek berupa pembongkaran total memang diperlukan, namun tidak mengatasi akar masalah: kurangnya inspeksi rutin dan pembaruan infrastruktur yang berkelanjutan.
Ke depannya, pemerintah provinsi harus mengadopsi pendekatan berbasis risiko untuk menilai kelayakan struktur penyeberangan. Ini termasuk audit teknis tahunan, penetapan standar ketinggian maksimum untuk kendaraan berat, serta pemasangan sensor deteksi beban yang dapat memberi peringatan dini kepada pengendara. Tanpa langkah-langkah tersebut, insiden serupa akan terus mengancam keselamatan publik dan menambah beban ekonomi akibat penutupan jalan serta perbaikan darurat.
Terakhir, budaya keselamatan di jalan harus ditanamkan secara menyeluruh, mulai dari pelatihan pengemudi profesional hingga kampanye anti-gangguan ponsel saat mengemudi. Hanya dengan kombinasi kebijakan tegas, teknologi canggih, dan kesadaran publik, Jakarta dapat menghindari tragedi serupa dan memastikan jaringan transportasinya tetap handal dan aman.
BERITA TERKAIT

Selat Hormuz Membara: Serangan Rudal Iran ke Kapal Tanker UEA Tewaskan Satu Awak, Ancam Perang Terbuka

Anggaran Rp504,8 Miliar untuk Sekolah Rakyat di Kaur: Janji Pemerintah atau Proyek ‘Berlalu’?
