Rupiah Merosot Lagi: Apa Penyebab di Balik Penurunan ke Rp18.090 per Dolar?
Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Jakarta, 13 Juli 2026 – Pada Senin pagi, nilai tukar rupiah kembali tertekan, mencatat penurunan 25 poin atau sekitar 0,14 persen menjadi Rp18.090 per dolar AS. Angka ini menandai penurunan dari penutupan sebelumnya di level Rp18.065 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar ini bukan sekadar fluktuasi harian yang biasa terjadi. Di balik angka-angka tersebut, terdapat dinamika makroekonomi yang semakin menegangkan, termasuk tekanan inflasi, kebijakan moneter yang belum sepenuhnya efektif, serta gejolak pasar global yang memengaruhi aliran modal ke Indonesia.
Para analis pasar menyoroti bahwa pelemahan rupiah kali ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan internal. Di satu sisi, kebijakan suku bunga Federal Reserve yang masih tinggi menurunkan daya tarik investasi di pasar negara berkembang. Di sisi lain, data inflasi domestik yang masih berada di atas target Bank Indonesia menambah beban pada kebijakan moneter yang harus menyeimbangkan antara menahan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar.Selain itu, BERITA TERKAIT

Prabowo Tuduh “Pemimpin Pengkhianat” Usai Kerusuhan: Janji Hukum Karma dan Panggilan Persatuan Nasional
Siti Rahmawati
Stephen Chow Kembali Menggebrak Summer: Kung Fu Soccer Pecah Rekor 1,2 Triliun Rupiah dalam 48 Jam!
Nadia Putri
Garuda Indonesia Revolusi Aturan Bagasi: Strategi 'Piece Concept' Demi Bangkitkan Kejayaan Sang Burung?
Hendra Gunawan