Hati-Hati Check-Out! Film 'Paket Santet' Siap Ubah Kebiasaan Belanja Online Jadi Mimpi Buruk!
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Siapa nih yang hobi banget scrolling marketplace sampai tengah malam? Atau yang merasa hidupnya nggak lengkap kalau nggak ada kurir teriak "Paket!" di depan pagar? Hati-hati ya, karena kebiasaan belanja online kamu bakal jadi sumber teror baru di layar lebar!
Base Entertainment baru saja bikin heboh dengan merilis trailer dan poster film horor terbaru mereka yang berjudul 'PAKET SANTET'. Bayangkan, barang yang kamu tunggu-tunggu datang, tapi isinya bukan baju diskonan atau skincare, melainkan kiriman mistis yang bikin bulu kuduk merinding!
Film yang disutradarai oleh Dinna Jasanti ini dijadwalkan bakal menghantui bioskop mulai 27 Agustus 2026. Mengambil premis yang "relate" banget sama kehidupan kita sekarang, film ini mencoba memotret sisi gelap dari fenomena belanja online yang sudah jadi gaya hidup masyarakat Indonesia.
Produser Base Entertainment, Osher, membocorkan kalau film ini nggak dibuat secara instan. "Film ini sudah kita masak cukup lama sebetulnya," ungkap Osher saat ditemui di CGV FX, Jakarta Pusat. Tim produksi sengaja menggodok ceritanya agar terasa akrab bagi penonton, namun tetap memberikan kejutan yang segar dan berbeda dari horor klise pada umumnya.
Jadi, buat kalian para pemburu promo dan pecinta horor, sudah siap mental buat nonton 'Paket Santet'? Jangan sampai salah terima paket ya, guys!
Nadia's Pop-Culture Insight: Mengapa 'Paket Santet' Bisa Jadi Game Changer?
Sebagai pengamat budaya pop, aku melihat langkah Base Entertainment ini sangat cerdas. Mereka tidak lagi sekadar menjual sosok hantu ikonik seperti pocong atau kuntilanak yang sudah terlalu sering muncul, melainkan menyerang psychological trigger kita melalui aktivitas sehari-hari: belanja online. Di era digital ini, ada semacam 'kecemasan kolektif' saat kita menerima paket dari pengirim yang tidak dikenal atau paket yang datang tanpa kita pesan. Mengonversi kecemasan modern ini menjadi teror mistis adalah strategi brilian untuk menciptakan rasa takut yang lebih intim dan personal bagi penonton Gen Z dan Millennial.
Secara kritis, aku memprediksi film ini akan mencoba mendobrak batas antara horor tradisional (santet) dengan gaya hidup urban. Jika Dinna Jasanti berhasil mengeksekusi aspek visualnya dengan detailâmisalnya kontras antara kemasan paket yang terlihat modern/estetik dengan isi yang mengerikanâmaka film ini bukan hanya sekadar film horor, tapi juga kritik sosial tentang bagaimana teknologi justru bisa menjadi medium baru bagi praktik kuno yang gelap. Ini adalah bentuk 'modernisasi horor' yang sangat dibutuhkan industri film kita agar tidak terjebak dalam repetisi tema rumah tua atau desa terpencil.
Namun, tantangannya adalah bagaimana mereka menjaga agar plotnya tidak menjadi terlalu sederhana. Jangan sampai terornya hanya berhenti di 'kejutan paket', tapi harus ada pendalaman karakter yang kuat mengapa santet tersebut dikirimkan. Aku berharap ada sentuhan satire tentang konsumerisme yang berlebihan, di mana keinginan untuk memiliki segala sesuatu secara instan justru membawa petaka. Jika elemen ini masuk, 'Paket Santet' bisa naik kelas dari sekadar jump scare movie menjadi film horor psikologis yang meninggalkan trauma mendalam bagi penontonnya.
Prediksiku, film ini bakal viral di TikTok dengan berbagai teori konspirasi atau tren 'unboxing paket misterius' yang akan memicu rasa penasaran publik sebelum tayang. Dengan tanggal rilis di akhir Agustus, ini adalah momentum yang tepat untuk menguasai pasar bioskop sebelum memasuki musim film akhir tahun. Mark your calendar, karena aku yakin film ini bakal bikin kita semua berpikir dua kali sebelum klik tombol 'Beli Sekarang'!
BERITA TERKAIT

RUU HPI: Jangan Jadi Alat Kepastian Hukum yang Pilih KasihâPeradi Profesional Tuntut Revisi Radikal demi Kedaulatan dan Keadilan Global

Dari Tumpukan Sampah ke Medali Internasional: Bagaimana Mahasiswi Aceh Barat Mengguncang Panggung Global dengan Sabun dari Limbah
