Haaland Pulang, Kompetisi Top Skor Piala Dunia 2026 Menyusut! Siapa yang Akan Menggenggam Sepatu Emas?

Olahraga
Maya SariMaya Sari
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Haaland Pulang, Kompetisi Top Skor Piala Dunia 2026 Menyusut! Siapa yang Akan Menggenggam Sepatu Emas?
BAGIKAN:

Drama Piala Dunia 2026 semakin memanas! Setelah Erling Haaland mencetak tujuh gol spektakuler di debutnya, sang raja gol Norwegia harus menelan kepahitan ketika timnya tersingkir 1-2 dari Inggris di perempat final pada Minggu (12/7) dini hari WIB. Kepergian Haaland dari kompetisi ini secara otomatis mengurangi jumlah pesaing utama Kylian Mbappé dalam perburuan gelar top scorer.

Mbappé kini memimpin klasemen dengan 8 gol, menyamai rekor Lionel Messi yang juga mencatat 8 gol. Namun, sang bintang Prancis unggul berkat tiga assist dibandingkan dua assist Messi, menjadikannya pemuncak daftar secara sah.

Di sisi lain, duo Inggris Jude Bellingham dan Harry Kane tak tinggal diam. Bellingham menjadi pahlawan yang menutup babak Norwegia dengan gol penentu, sementara kedua pemain tersebut kini masing‑masing menambah dua gol lagi, menyamakan catatan mereka di 6 gol masing‑masing. Kedua striker ini juga telah mencatat satu assist masing‑masing, menambah ancaman mereka dalam perebutan sepatu emas.

Rekan sejawat Mbappé, Ousmane Dembélé, tak kalah bersinar dengan 5 gol dan dua assist. Sementara itu, striker Spanyol Mikel Oyarzabal berada di posisi terjauh dengan 4 gol dan satu assist, menandakan bahwa jalur menuju puncak masih terbuka lebar bagi pemain-pemain lain.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat yang telah menelusuri jejak-jejak kompetisi internasional sejak dekade lalu, saya melihat bahwa kepergian Haaland bukan sekadar mengurangi jumlah penyerang berbahaya, melainkan mengubah dinamika taktik tim-tim yang sebelumnya menyiapkan strategi khusus untuk menahan serangan Norwegia. Inggris, yang kini menampilkan kombinasi Bellingham‑Kane yang mematikan, akan menjadi tantangan utama bagi semua tim yang masih berambisi menembus semifinal.

Mbappé, meski berada di puncak, tidak boleh lengah. Statistik menunjukkan bahwa Messi, meski berada di belakang dalam assist, tetap menjadi ancaman dengan kemampuan mencetak gol dari jarak jauh dan situasi bola mati. Jika Prancis tidak mampu menambah assist atau gol tambahan, tekanan mental dapat memicu penurunan performa pada pertandingan-pertandingan krusial berikutnya.

Di sisi lain, Dembélé yang kini menjadi penyerang sekunder bagi PSG, menunjukkan bahwa diversifikasi sumber gol menjadi kunci. Jika Mbappé mengalami penurunan, Dembélé siap mengisi kekosongan dengan kecepatan dan dribblingnya yang mematikan. Begitu pula, Oyarzabal harus meningkatkan kontribusinya, karena Spanyol masih memerlukan lebih banyak gol untuk bersaing di grup elit.

Prediksi saya: jika Mbappé dapat menambah minimal dua gol dan satu assist dalam dua pertandingan terakhir, ia akan mengamankan gelar top scorer dengan selisih aman. Namun, jika Inggris berhasil menekan pertahanan Prancis dan memanfaatkan peluang lewat Bellingham atau Kane, kita mungkin akan menyaksikan duel sengit di menit-menit akhir, yang pada akhirnya dapat mengubah peta peringkat secara dramatis. Persaingan ini tidak hanya tentang angka, melainkan tentang strategi, ketahanan mental, dan kemampuan beradaptasi di panggung terbesar dunia.