Kia Terjerat Krisis Besar: 500.000 Telluride Terancam Kebakaran Karena Saklar Kursi Rusak
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Jakarta – Sebuah peringatan serius datang dari Korea Selatan ketika Kia Motors memutuskan untuk menarik hampir lima ratus ribu unit SUV Telluride di Amerika Serikat. Penarikan ini dipicu oleh temuan masalah pada motor kursi, khususnya saklar power seat, yang berpotensi menimbulkan kebakaran jika terpapar panas berlebih.
Menurut laporan resmi, saklar kursi elektrik pada model Telluride rentan terhadap benturan eksternal. Bila terpapar benturan dengan kekuatan cukup, saklar dapat terlepas, bergeser, atau rusak, sehingga motor kursi terus beroperasi tanpa henti. Motor1 melaporkan pada Jumat (10/7) bahwa kondisi ini dapat menyebabkan motor menjadi terlalu panas, meningkatkan risiko kebakaran.
Penarikan ini secara spesifik mencakup semua unit Telluride yang diproduksi antara tahun 2020 hingga 2024. Sebelumnya, Kia sudah melakukan penarikan serupa pada Juni 2024, mencoba memperbaiki masalah dengan menambahkan braket penguat saklar dan kenop geser yang lebih kuat.
Namun, pada Oktober 2024, perusahaan menerima laporan bahwa meski sudah diperbaiki, beberapa mobil masih mengalami kebakaran di bagian kursi. Pada April 2025, dua kendaraan tambahan dilaporkan mengalami kebakaran pada jok, dan satu lagi pada bulan berikutnya. Setelah pemeriksaan sinar-X, Kia menemukan bahwa saklar internal tidak sejajar dan pelat belakang terlepas.
Selama beberapa bulan berikutnya, insinyur Kia memeriksa unit Telluride yang telah diperbaiki tanpa masalah yang diketahui, mengidentifikasi kekurangan dalam pengerjaan. Pabrikan berhipotesis bahwa dealer mungkin telah memperkuat penutup saklar kursi elektrik alih-alih mengganti saklar yang rusak.
Data yang dikumpulkan antara Oktober 2024 hingga April 2026 menunjukkan tujuh kebakaran kursi dan 11 motor yang mengalami kelelahan. Pemilik kendaraan yang terdampak dapat mengalami kenop geser jok macet, bau terbakar atau meleleh, serta asap.
Untuk menanggulangi masalah ini, Kia kini menerapkan solusi baru berupa sekering elektronik yang akan memutus aliran listrik jika saklar rusak, mencegah jok beroperasi terus-menerus.
Analisis Pakar
Kasus ini menyoroti betapa rapuhnya sistem keamanan kendaraan modern ketika satu komponen kecil dapat menjadi titik lemah yang mengancam keselamatan jutaan pengendara. Meskipun Kia telah melakukan penarikan dan perbaikan, fakta bahwa masalah ini berulang menunjukkan adanya kegagalan dalam proses pengujian dan kontrol kualitas. Sebagai produsen, Kia harus meninjau kembali rantai pasokan dan prosedur perakitan, terutama pada komponen yang berhubungan langsung dengan sistem kelistrikan interior.
Selain itu, peran dealer dalam memperbaiki kendaraan menjadi sorotan penting. Jika dealer memang hanya memperkuat penutup saklar alih-alih mengganti saklar yang rusak, maka tanggung jawab hukum dan etika menumpuk pada pihak ketiga. Regulasi di AS, seperti yang ditetapkan oleh NHTSA, menuntut transparansi penuh dan tindakan korektif yang cepat. Namun, sejarah penarikan sebelumnya menunjukkan bahwa Kia belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut.
Secara ekonomi, penarikan massal ini dapat menurunkan kepercayaan konsumen terhadap merek Kia, memengaruhi penjualan global, dan menimbulkan biaya kompensasi yang signifikan. Di sisi lain, tindakan cepat dan transparan dapat membantu memulihkan citra merek jika dikelola dengan baik. Namun, risiko reputasi tetap tinggi, terutama di era media sosial di mana setiap insiden dapat menjadi viral dalam hitungan jam.
Prediksi jangka panjang menunjukkan bahwa Kia harus memperkuat sistem manajemen risiko internal, mengadopsi teknologi sensor yang dapat mendeteksi overheating secara real-time, dan memperluas program recall secara proaktif. Tanpa langkah-langkah ini, perusahaan berisiko menghadapi gugatan lebih lanjut dan potensi denda besar dari regulator.
Dalam konteks industri otomotif yang semakin mengarah pada mobil listrik dan sistem otomatisasi, kasus ini menjadi peringatan bahwa inovasi harus disertai dengan standar keamanan yang tidak dapat dikompromikan. Kia, sebagai salah satu pemain utama di pasar SUV, harus menunjukkan komitmen nyata terhadap keselamatan, bukan sekadar menanggulangi masalah ketika sudah terjadi.
BERITA TERKAIT

Ledakan Kekacauan di Festival Salsa Toronto: Dua Tewas, Panik Massa Menggelora Jalan

Kementan Siapkan Sumur Submersible dan 16 Pompa untuk Selamatkan Sawah Subang dari Ancaman Kekeringan Parah
