IKN Raih Honour Award Malaysia: Peluang Investasi Hijau & Boost Pariwisata Nasional

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IKN Raih Honour Award Malaysia: Peluang Investasi Hijau & Boost Pariwisata Nasional
BAGIKAN:

Plaza Seremonial Ibu Kota Nusantara (IKN) baru saja mengukir prestasi internasional dengan meraih Honour Award pada Malaysia Landscape Architecture Awards (MLAA) 2026 kategori Landscape Design (Professional). Penghargaan ini tidak hanya mengukuhkan kualitas arsitektur lanskap Indonesia, tetapi juga membuka pintu bagi peluang bisnis baru di sektor properti, pariwisata, dan industri kreatif.

Desain Plaza Seremonial menonjolkan konsep ruang publik inklusif yang meliputi amfiteater terbuka, jalur pejalan kaki dan pesepeda, area hijau, galeri UMKM, serta ruang komunal. Semua elemen ini dirancang selaras dengan prinsip ekologi: memanfaatkan kontur alami lahan dan sistem tata air eksisting untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Pendekatan ini menegaskan komitmen IKN terhadap keberlanjutan—salah satu dari tiga pilar utama pembangunan yang diungkapkan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono (kualitas, estetika, keberlanjutan).

Pengakuan internasional tidak hanya datang dari Malaysia. Delegasi Korea Selatan, dipimpin oleh Choi Jung-won (Kepala Divisi Dukungan Konstruksi Luar Negeri Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi), menyatakan kekagumannya atas tata ruang ramah lingkungan yang menghubungkan Istana Kepresidenan dengan kompleks gedung pemerintahan. Begitu pula Panglima 5 Divisi Tentara Darat Malaysia, Mayor Jenderal Datuk Shamshor bin Haji Jaafar, memuji IKN sebagai kota futuristik yang “sangat cantik” dan layak menjadi destinasi keluarga.

Penghargaan ini memberikan sinyal kuat kepada investor domestik dan asing bahwa IKN bukan sekadar proyek pemerintah, melainkan ekosistem bisnis yang siap tumbuh. Galeri UMKM di dalam plaza, misalnya, menawarkan platform bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk menampilkan produk lokal kepada wisatawan internasional. Selain itu, jaringan jalur pejalan kaki dan pesepeda yang terintegrasi meningkatkan nilai properti di sekitarnya, mendorong permintaan akan hunian premium yang mengedepankan kualitas hidup dan aksesibilitas.

Analisis Pakar

Secara makroekonomi, penghargaan ini dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia. Dengan menonjolkan IKN sebagai contoh kota berkelanjutan, pemerintah dapat menarik investasi asing langsung (FDI) khususnya dari fondasi ESG (Environmental, Social, Governance). Investor institusional yang kini menilai risiko iklim akan melihat IKN sebagai aset yang relatif aman, mengurangi eksposur terhadap volatilitas sektor energi fosil.

Di sisi lain, keberhasilan Plaza Seremonial dalam mengintegrasikan UMKM ke dalam ruang publik menciptakan efek multiplier yang signifikan. Penjualan produk lokal kepada wisatawan meningkatkan pendapatan sektor kreatif, yang pada gilirannya memperkuat basis pajak daerah. Hal ini penting mengingat IKN masih dalam fase pembangunan dan membutuhkan sumber pendapatan yang berkelanjutan untuk menutupi biaya infrastruktur yang tinggi.

Namun, tantangan tetap ada. Untuk memaksimalkan potensi ekonomi, pemerintah harus memastikan regulasi yang mendukung kemudahan berbisnis, termasuk penyederhanaan perizinan, perlindungan hak kekayaan intelektual bagi produk UMKM, dan kebijakan insentif bagi investor yang mengadopsi teknologi hijau. Tanpa kerangka kebijakan yang solid, risiko “greenwashing” dapat menggerogoti kepercayaan pasar.

Ke depan, saya memprediksi bahwa IKN akan menjadi magnet bagi proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan, seperti energi terbarukan, transportasi listrik, dan smart‑city solutions. Jika dikelola dengan baik, IKN tidak hanya akan menjadi simbol kebanggaan nasional, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan ramah lingkungan.