Argentina Tembus Semifinal, Siap Bentrok Inggris Usai Kemenangan Dramatis 3-1 atas Swiss
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Argentina melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 dalam laga perempat final yang digelar di Arrowhead Stadium, Kansas, pada Sabtu (15/7) waktu setempat. Kemenangan ini menyiapkan pertemuan klasik melawan Inggris di Stadion MercedesāBenz, Atlanta, pada Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Gol pembuka datang cepat, hanya sepuluh menit setelah peluit pertama. Lionel Messi mengirimkan umpan sudut yang disambut sundulan tajam oleh Alexis Mac Allister, mengantarkan Argentina unggul 1-0. Swiss berusaha bangkit, namun serangan mereka belum mampu menembus pertahanan yang dipimpin kiper Emiliano MartĆnez.
Pada babak kedua, tekanan Swiss meningkat. Dan Ndoye menegaskan dirinya dengan gol penyama kedudukan pada menit keā67, memanfaatkan umpan terobosan Ricardo RodrĆguez. Namun kegembiraan Swiss berkurang ketika Breel Embolo menerima kartu kuning kedua karena diving pada menit keā72, memaksa timnya bermain dengan sepuluh pemain.
Setelah perpanjangan waktu, Argentina kembali menguasai. Pada menit keā112, Julian Ćlvarez menuntaskan umpan JosĆ©āÆLópez menjadi gol kedua, mengembalikan keunggulan 2ā1. Menjelang akhir laga, Lautaro MartĆnez menambah gol ketiga lewat rebound pada menit tambahan pertama (120+1), memastikan kemenangan meyakinkan 3ā1.
Analisis Pakar
Secara taktik, Lionel Scaloni berhasil menyesuaikan formasi setelah gol awal, menekankan kontrol bola dan transisi cepat melalui sayap. Peran Messi kini lebih sebagai arsitek permainan daripada pencetak gol, terbukti dari assist krusialnya pada gol pembuka. Keputusan mengganti posisi Mac Allister ke posisi lebih maju memberi ruang bagi Ćlvarez dan MartĆnez untuk memanfaatkan ruang di lini pertahanan lawan.
Di sisi lain, Swiss menunjukkan keberanian dengan menekan tinggi, namun kurang disiplin dalam mengelola kartu. Kartu kuning kedua bagi Embolo bukan hanya mengurangi opsi serangan, tetapi juga menandakan kegagalan tim dalam mengendalikan emosi di panggung besar. Kegagalan mereka memanfaatkan peluang dari tendangan sudut dan serangan balik menyoroti kurangnya ketajaman akhir.
Menatap semifinal melawan Inggris, Argentina harus menyiapkan strategi yang lebih fleksibel. Inggris dikenal dengan pressing agresif dan kecepatan sayap; Argentina perlu menyeimbangkan antara menahan tekanan dan memanfaatkan ruang di lini tengah. Kekuatan mental yang terbukti di Kansas, terutama kemampuan bangkit setelah gol kebobolan, akan menjadi faktor penentu.
Jika Argentina dapat mempertahankan konsistensi dalam penguasaan bola serta memaksimalkan kontribusi pemain muda seperti Ćlvarez, peluang mereka untuk melaju ke final semakin besar. Namun, satu kesalahan kecil di laga selanjutnya dapat mengubah nasib, mengingat Inggris memiliki skuad yang berpengalaman dan taktik yang matang. Pertarungan ini bukan sekadar duel fisik, melainkan ujian strategi dan ketahanan mental di panggung dunia.
BERITA TERKAIT

Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Terbang Kembali: Target 17 September 2026 ā Dampak Besar bagi Bisnis dan Investasi

Ambisi Digital Transjakarta: Antara Efisiensi Mobilitas atau Sekadar Gimmick 'Hitung Kalori'?
