Adam Alis Ungkap Dilema Timnas: Backup atau Bintang Terselubung? Fokus ke Persib Menyongsong Piala Presiden 2026!
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Adam Alis menanggapi spekulasi seputar statusnya di Timnas Indonesia setelah tidak dipanggil ke Training Center (TC) di Bali, meski namanya masuk dalam daftar 50 pemain yang dipanggil oleh pelatih John Herdman. Dengan nada santai namun penuh semangat, sang penyerang Persib mengaku masih belum tahu pasti apakah ia hanya menjadi backup atau ada peluang lain yang menanti.
"Saya juga enggak tahu, mungkin hanya jadibackup, mungkin ya. Misalkan ada pemain yang cedera atau apa, mungkin dari salah satu itu bisa dipanggil," ujar Adam pada Minggu (12/7). Meski tidak masuk ke TC, ia menegaskan tidak ada rasa kecewa yang mengganggu semangatnya.
Adam menambahkan bahwa dukungan untuk Timnas tetap mengalir deras, apapun susunan pemain yang dipilih. "Ya enggak apa-apa. Saya pun, yang tadi saya bilang, siapapun pemainnya kan, pasti saya support. Siapapun pemainnya, yang penting Indonesia bisa berprestasi di AFF," tegasnya, menegaskan komitmen pada tujuan bersama.
Fokus utama kini beralih ke Persib Bandung, yang tengah mempersiapkan diri untuk Piala Presiden 2026. Tim Maung Bandung sudah memulai sesi latihan intensif, sekaligus menyiapkan diri sebagai salah satu tuan rumah fase grup bersama Persebaya.
"Alhamdulillah senang ya, bisa kembali [latihan] lagi setelah hampir dua bulan libur. Bertemu teman-teman lama dan baru, mudah-mudahan chemistry cepat terbentuk," kata Adam dengan antusias. Ia menyoroti dinamika internal klub: sepuluh pemain lama dilepas, enam pemain baru bergabung, menandakan era pembaruan yang menantang.
Sejak 2024, Adam bergabung dengan Persib melalui pinjaman dari Borneo FC, kemudian dipermanenkan pada 2025 dengan kontrak hingga 2027. Kini, ia bertekad menjadikan musim ini sebagai batu loncatan untuk menambah koleksi gelar bersama Maung Bandung.
Analisis Pakar
Dalam perspektif saya sebagai pengamat sepak bola, keputusan Adam Alis untuk tidak menggaruk TC bukan berarti ia kehilangan nilai di mata sang pelatih. Timnas Indonesia kini berada pada fase transisi, menggabungkan generasi muda dengan pemain berpengalaman. Adam, dengan pengalaman juara dua musim beruntun bersama Persib, memiliki nilai tak taktis: kepemimpinan di lapangan, kemampuan menembus pertahanan, dan mental juara. Jika ada cedera atau penurunan performa pemain inti, nama Adam pasti akan melayang di radar Herdman.
Namun, yang lebih menarik adalah strategi klub. Persib tengah melakukan restrukturisasi signifikan, melepaskan sepuluh pemain lama dan menambah enam pemain baru. Ini menandakan ambisi klub untuk tidak hanya mempertahankan dominasi domestik, tetapi juga menyiapkan skuad yang kompetitif di level Asia. Adam berada di posisi kunci untuk menjadi jembatan antara veteran dan pendatang baru, memastikan transisi tak mengganggu ritme tim.
Melihat jadwal Piala Presiden 2026, Persib akan menjadi tuan rumah bersama Persebaya. Keuntungan menjadi tuan rumah tidak hanya soal dukungan suporter, tetapi juga faktor psikologis yang dapat memicu performa puncak. Jika Adam dapat memanfaatkan momentum ini, ia tidak hanya menambah koleksi trofi pribadi, tetapi juga memperkuat argumen bahwa ia layak kembali dipanggil ke Timnas, terutama menjelang AFF 2026.
Prediksi saya, dalam tiga bulan ke depan, Adam akan menorehkan setidaknya tiga gol penting di kompetisi domestik, sekaligus memberikan assist yang meningkatkan chemistry tim baru. Jika performa tersebut konsisten, Herdman tidak akan punya alasan untuk mengabaikannya lagi. Pada akhirnya, cerita Adam Alis bukan sekadar soal status di Timnas, melainkan tentang bagaimana seorang pemain mengubah tantangan menjadi peluang, baik di level klub maupun internasional.
BERITA TERKAIT

Adu Keberuntungan di Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis vs Spanyol, Siapa yang Akan Mengalahkan Elohim?

Topan Bavi Mengamuk: Wenzhou Diselimuti Awan Gelap, Pertanda Ujian Berat bagi Ketahanan Iklim China
