Mbappe vs Messi: Duel Rekor Abadi di Piala Dunia 2026 – Siapa yang Akan Memecah Batas?
Maya Sari
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Kylian Mbappé menyalip batas sejarah dengan gol krusialnya melawan Maroko di perempat final Piala Dunia 2026, menempatkan dirinya sejajar dengan legenda Lionel Messi dalam pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen bergengsi ini.
Di Stadion Boston pada Jumat (10/7), Timnas Prancis menegaskan dominasinya dengan kemenangan 2-0 atas Maroko. Gol pertama datang dari Mbappé pada menit ke‑60, diikuti oleh Ousmane Dembélé yang menambah keunggulan pada menit ke‑66. Kedua gol tersebut tidak hanya mengantar Les Bleus ke semifinal untuk ketiga kalinya berturut‑turut, tetapi juga menambah catatan pribadi Mbappé menjadi 8 gol di Piala Dunia 2026, menyamai Messi yang juga mencetak 8 gol di turnamen ini.
Secara keseluruhan, Mbappé kini telah menorehkan 20 gol sejak debutnya di Piala Dunia 2018, hanya satu gol di belakang rekor impresif Messi yang berjumlah 21 gol. Lebih menakjubkan lagi, striker Real Madrid ini memegang rekor gol terbanyak di babak gugur dengan total 12 gol, menegaskan kemampuan menaklukkan tekanan tinggi.
Persaingan rekor ini belum usai. Prancis akan melanjutkan perjuangannya di semifinal melawan pemenang laga Spanyol vs Belgia, sementara Argentina akan berhadapan dengan Swiss di perempat final. Jika Mbappé menambah satu gol lagi, ia akan melampaui Messi dan menorehkan rekor gol Piala Dunia sepanjang masa yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang telah menyaksikan evolusi sepak bola modern selama lebih dari satu dekade, saya melihat transformasi Mbappé bukan sekadar kecepatan atau finishing klinis. Ia telah mengembangkan kecerdasan taktis yang memungkinkannya beradaptasi dalam berbagai formasi, dari 4‑3‑3 tradisional hingga sistem 3‑5‑2 yang lebih fleksibel. Keberhasilannya menembus pertahanan Maroko bukan hanya karena kecepatan, melainkan juga pemahaman ruang, timing gerakan off‑the‑ball, dan kemampuan membaca pola serangan lawan.
Bandingkan dengan Messi, yang mengandalkan visi luar biasa dan kemampuan mengendalikan tempo permainan. Messi menorehkan 21 gol dengan gaya yang lebih terfokus pada penetrasi melalui ruang sempit dan penyelesaian presisi. Mbappé, di sisi lain, memanfaatkan kekuatan fisik dan kecepatan transisi untuk menciptakan peluang cepat, terutama dalam fase serangan balik. Kedua gaya ini mencerminkan era baru sepak bola di mana versatilitas menjadi kunci utama.
Ke depan, semifinal melawan pemenang Spanyol vs Belgia akan menjadi ujian krusial. Jika Prancis menghadapi Belgia, mereka akan berhadapan dengan pertahanan yang disiplin dan serangan yang mengandalkan kecepatan sayap. Di sinilah Mbappé harus menjadi anchor serangan, memanfaatkan ruang di antara lini tengah dan belakang lawan, serta menyalurkan bola kepada rekan-rekannya seperti Dembélé atau Griezmann yang masih berada dalam performa puncak.
Prediksi saya: jika Mbappé menambah satu gol lagi di semifinal, ia tidak hanya memecahkan rekor Messi, tetapi juga menegaskan dirinya sebagai pemain paling berbahaya dalam sejarah Piala Dunia. Namun, tantangan terbesar akan datang di final, bila Prancis berhasil melaju ke babak juara. Di sana, tekanan mental dan taktik lawan akan menjadi faktor penentu. Saya yakin Mbappé, dengan dukungan tim yang solid, akan mampu menaklukkan segala rintangan dan menuliskan babak baru dalam sejarah sepak bola dunia.
BERITA TERKAIT

Febrie Adriansyah Bongkar Keterkaitan Jampidsus dengan Skandal Blackout: “Saya Tidak Tahu Apa‑apa”
Budi Santoso
Lionsgate Buka Audisi Global untuk Film Live‑Action ‘Naruto’: Tantangan Besar di Balik Adaptasi Ikonik
Siti Rahmawati
Bunga-Bunga di Depan Polda Metro Jaya: Simbol Dukungan atau Alat Propaganda di Tengah Penyidikan Korupsi?
Rina Wijaya