Mbappe Kembali Menyapu Messi! Gol Ke-8 Bawa Prancis Puncaki Piala Dunia 2026

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Mbappe Kembali Menyapu Messi! Gol Ke-8 Bawa Prancis Puncaki Piala Dunia 2026
BAGIKAN:

Kylian Mbappé kembali menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026! Dalam laga menegangkan melawan Maroko, sang bintang Prancis menambah koleksi golnya menjadi delapan, menyamai rekor Lionel Messi dan melesat ke puncak klasemen pencetak gol berkat assist tambahan yang menambah keunggulannya.

Pada babak pertama, Mbappé hampir menambah angka lewat tendangan penalti, namun kiper Maroko, Bono, membaca gerakannya dengan sempurna. Namun, tekad sang penyerang tak terhentikan. Di babak kedua, setelah menerima umpan tajam dari Desire Doué, Mbappé meluncurkan tembakan keras ke sudut jauh yang tak terjangkau Bono, mengamankan gol kedelapan yang menegaskan dominasinya.

Selain gol, Mbappé juga menambah tiga assist dalam turnamen ini, termasuk umpan krusial kepada Ousmane Dembélé yang membuka peluang kedua Prancis melawan Maroko. Dengan tiga assist, ia melampaui Messi yang hanya mencatat satu assist, menjadikannya pemimpin tak hanya dalam mencetak gol, tetapi juga dalam menciptakan peluang.

Menjelang menit ke‑77, pelatih Didier Deschamps memutuskan menggantikan Mbappé dengan Jean‑Philippe Mateta untuk menghindari risiko cedera. Meskipun beberapa tekel Maroko mengincar bintang Prancis, Mbappé tetap tampil bugar, melontarkan salam kepada lawan di akhir pertandingan dan merayakan kemenangan dengan lompatan dan sorakan yang menggetarkan stadion.

  1. Kylian Mbappé – 8 gol
  2. Lionel Messi – 8 gol
  3. Erling Haaland – 7 gol
  4. Harry Kane – 6 gol
  5. Ousmane Dembélé – 5 gol

Analisis Pakar

Secara taktis, kehadiran Mbappé di lini serang Prancis bukan sekadar kecepatan, melainkan kemampuan membaca ruang yang luar biasa. Ia tidak hanya menunggu bola, melainkan menciptakan ruang bagi rekan setimnya, terbukti dari assist kepada Dembélé yang membuka lebar pertahanan Maroko. Ini menandakan evolusi gaya bermain Prancis yang kini mengandalkan kombinasi kecepatan, kekuatan, dan visi permainan yang tajam.

Jika dilihat dari perspektif psikologis, kemampuan Mbappé untuk bangkit kembali setelah gagal mengeksekusi penalti menunjukkan mentalitas juara. Ia tidak terjebak dalam kekecewaan, melainkan langsung menyalurkan energi ke serangan berikutnya. Sikap ini menjadi contoh penting bagi generasi muda: kegagalan bukan akhir, melainkan batu loncatan menuju prestasi lebih tinggi.

Prediksi saya ke fase knockout: dengan Mbappé berada di puncak performa, Prancis memiliki peluang besar untuk melaju hingga final. Namun, lawan-lawan kuat seperti Argentina (dipimpin Messi) dan Norwegia (dipimpin Haaland) tetap menjadi ancaman serius. Kunci kemenangan akan terletak pada kemampuan tim mengelola stamina Mbappé, mengoptimalkan assist, dan menutup celah defensif yang sering dieksploitasi oleh tim-tim agresif.

Kesimpulannya, Mbappé tidak hanya menyalip Messi dalam hitung gol, tetapi juga menegaskan dirinya sebagai pemain serba bisa yang mampu mengubah dinamika pertandingan dalam sekejap. Jika ia terus menjaga kebugaran dan konsistensi, kita dapat menyaksikan era baru di mana Prancis kembali menjadi raja dunia, dipimpin oleh generasi bintang yang tak hanya cepat, tetapi juga cerdas secara taktis.