Mbappé Bikin Gempar! Prancis Hajar Maroko 2-0, Langsung ke Semifinal Piala Dunia 2026!

Olahraga
Dimas PratamaDimas Pratama
Dimas Pratama
Dimas Pratama
Pengamat Olahraga

Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Mbappé Bikin Gempar! Prancis Hajar Maroko 2-0, Langsung ke Semifinal Piala Dunia 2026!
BAGIKAN:

Prancis melesat ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Maroko 2-0 di Boston Stadium pada Jumat (10/7) dini hari WIB. Pertandingan yang awalnya sepi gol berubah menjadi pertarungan taktik menegangkan, hingga Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé menorehkan gol spektakuler di babak kedua.

Babak pertama memang terasa menegangkan. Mbappé hampir membuka keunggulan Prancis pada menit ke-4 setelah menerima umpan tajam dari Desire Doué di tepi kotak penalti, namun Yassine Bono (Bono) berhasil menepis tembakan keras itu ke sudut. Tak lama kemudian, Upamecano mengeksekusi sundulan dari tendangan pojok yang kembali dibersihkan Bono, menegaskan betapa solidnya pertahanan Maroko pada fase awal.

Kesempatan emas muncul ketika wasit memberi tendangan bebas di area terlarang setelah Mbappé dijatuhkan. Sayangnya, Mbappé gagal menaklukkan Bono dan tembakan ke kanan gawang kembali ditangkap dengan gemilang. Pada menit ke-36, Doué yang berada dalam jarak dekat juga tak berhasil menembus Bono, menambah daftar peluang yang terlewat.

Di babak pertama, Maroko tidak mampu menciptakan satu pun tembakan on target. Tekanan tinggi Prancis, ditambah disiplin taktis, membuat tim Afrika Utara terpaksa menahan serangan tanpa balasan berarti.

Masuk babak kedua, Prancis meningkatkan intensitas. Pada menit ke-60, Kylian Mbappé memecah kebuntuan dengan tembakan melengkung ke sisi kanan gawang yang tak dapat dijangkau Bono. Enam menit kemudian, Ousmane Dembélé menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat tendangan plesing yang meluncur ke pojok kanan gawang Maroko.

Maroko mencoba bangkit lewat tembakan Azzedine Ounahi pada menit ke-83, namun Mike Maignan menepisnya dengan sigap. Prancis terus mengancam melalui Bradley Barcola, Michael Olise, dan Dembélé, namun tidak ada tambahan gol hingga peluit akhir.

Susunan pemain yang dipakai:

  • Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Jules Koundé, William Saliba, Dayot Upamecano, Lucas Digne; Adrien Rabiot, Manu Kone; Ousmane Dembélé, Michael Olise, Desire Doué; Kylian Mbappé.
  • Maroko (4-2-3-1): Yassine Bono; Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, Issa Diop, Anass Salah‑Eddine; Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui; Brahim Díaz, Azzedine Ounahi, Chemsdine Talbi; Bilal El Khannouss.

Analisis Pakar

Secara taktis, Prancis menampilkan permainan menekan tinggi (high press) yang memaksa Maroko menurunkan bola dengan cepat, meminimalisir ruang bagi mereka untuk mengatur serangan. Formasi 4‑2‑3‑1 memungkinkan Mbappé beroperasi bebas di ruang antara lini tengah dan pertahanan, sementara Dembélé berperan sebagai sayap yang dapat memotong ke dalam kotak penalti. Kombinasi gerakan diagonal Doué‑Mbappé‑Dembélé menjadi kunci utama yang akhirnya terbayar pada menit ke‑60 dan ke‑66.

Di sisi lain, pertahanan Maroko tampak disiplin pada babak pertama, namun kurang adaptif ketika Prancis mengubah pola serangan menjadi lebih terstruktur di babak kedua. Bono memang tampil heroik, namun ia kelelahan setelah harus menahan serangan berulang kali, terutama setelah gol pertama Mbappé yang membuka celah mental. Kegagalan Maroko dalam menciptakan peluang on‑target menunjukkan kurangnya kreativitas di lini tengah, meski pemain seperti Ounahi dan Díaz memiliki potensi untuk membuka ruang.

Prediksi selanjutnya: Prancis kini masuk semifinal dengan momentum tinggi dan kepercayaan diri yang menggelegar. Dengan Mbappé dalam performa puncak dan Dembélé yang kembali fit, mereka memiliki dua senjata utama yang dapat menembus pertahanan lawan. Namun, lawan semifinal mereka harus siap menghadapi kombinasi serangan cepat dan pressing intensif Prancis. Sementara Maroko, meski tersingkir, tetap menunjukkan bahwa mereka dapat bersaing di level tertinggi jika memperbaiki transisi serangan dan menambah variasi kreatif di lini tengah.

Kesimpulannya, kemenangan 2‑0 bukan sekadar hasil angka, melainkan manifestasi strategi yang matang, eksekusi teknis tinggi, dan mental juara yang dimiliki Les Bleus. Pertandingan ini menegaskan bahwa Prancis kembali menjadi salah satu favorit utama untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.