Menggali Akar Sejarah: Perdebatan Nama Jawa Barat vs Tatar Sunda
Budi Santoso
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda atau Sunda kembali mendapatkan perhatian setelah seluruh fraksi di DPRD Jawa Barat memberikan lampu hijau untuk pembahasannya.
Menurut Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad), Ganjar Kurnia, usulan perubahan nama ini bertujuan untuk menegaskan suatu ruang hidup yang memiliki akar kebumian, sejarah, berbagai budaya, bahasa, dan memori kolektif yang panjang.
Kata 'Sunda' memiliki makna kewilayahan yang jauh lebih mendalam dan berkaitan erat dengan ruang kebumian yang berusia jauh lebih tua, termasuk konsep Paparan Sunda (Sunda Shelf) atau Sundaland, yang mencakup wilayah besar seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan sekitarnya.
Dalam perjalanan sejarah, wilayah ini telah dikenal dengan berbagai nama, termasuk Tatar Sunda atau Pasundan, yang menjadi pusat perkembangan budaya dan peradaban masyarakat Sunda, dan kemudian berganti nama menjadi Jawa Barat pada era kolonialisme Belanda.
Sebagai seorang jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa perdebatan ini bukan hanya tentang perubahan nama, tetapi juga tentang identitas dan sejarah yang ingin dipertahankan atau diubah. Pertanyaannya adalah, apakah perubahan nama ini akan membawa dampak yang signifikan terhadap identitas dan kehidupan masyarakat Jawa Barat, ataukah ini hanya sekadar perubahan semantik?
BERITA TERKAIT

Jakarta Bernapas Dalam Bahaya: Kualitas Udara Memburuk, Masyarakat Diminta Waspadai
Budi Santoso
APBN Semester I-2026: Stabilitas Ekonomi Terjaga di Tengah Dinamika Global
Siti Amalia
Bekas Brankas Raksasa di Kafe Cipete: Polisi Selidiki Dugaan Korupsi dan Pencucian Uang
Siti Rahmawati