Jakarta Bernapas Dalam Bahaya: Kualitas Udara Memburuk, Masyarakat Diminta Waspadai

Kesehatan
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Jakarta Bernapas Dalam Bahaya: Kualitas Udara Memburuk, Masyarakat Diminta Waspadai
BAGIKAN:

Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk pada Kamis pagi, dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 137, membuatnya menjadi kota dengan kualitas udara terburuk keempat di dunia.

Menurut data dari situs pemantau kualitas udara IQAir, kota Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) memimpin dengan AQI 171, diikuti oleh Lahore (Pakistan) dengan AQI 152, dan Dubai (Uni Emirat Arab) dengan AQI 151.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan kualitas udara, termasuk memperluas layanan bus Transjabodetabek, menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030, dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pengolahan sampah.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi publik yang telah disediakan, serta mengumumkan pemberlakuan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat. Sebagai warga Jakarta, kita harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah kualitas udara yang semakin parah ini.

Sebagai seorang jurnalis senior investigasi, saya berpendapat bahwa upaya meningkatkan kualitas udara di Jakarta harus dilakukan secara serius dan sistematis, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat. Oleh karena itu, kita harus terus memantau dan mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dalam mengatasi masalah kualitas udara di Jakarta.