Kemenangan Argentina Picu Keributan di Denpasar, Pengaruh Alkohol dan Emosi Membuat Kondisi Memburuk
Siti Rahmawati
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Peristiwa keributan antar penghuni indekos terjadi di Jalan Akasia XVI, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali, Rabu (8/7) dini hari tadi, sekitar pukul 02.20 WITA. Kericuhan itu dipicu oleh sekelompok orang yang merayakan kemenangan kontroversial Timnas Argentina melawan Timnas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia.
Selebrasi berlebihan merayakan kemenangan kontroversial Argentina pada dini hari tadi mengganggu penghuni kos yang sedang beristirahat. Peristiwa keributan itu pun direkam dan viral di media sosial.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, penyebab keributan adalah salah paham karena ditegur dan pengaruh alkohol. Kedua belah pihak mengalami luka lecet dan memar bagian punggung dan siku tangan.
Peristiwa ini dimulai ketika sekelompok orang yang merayakan kemenangan Argentina membuat kebisingan dengan geber-geber motor dan berteriak-teriak. Penghuni indekos sebelahnya yang merasa terganggu kemudian menegur mereka, namun karena pengaruh alkohol, sebagian orang yang ditegur tidak terima dan terjadi cekcok mulut dan berkembang keributan hingga baku pukul dan saling lempar bantu.
Sampai datang warga bersama Pecalang serta pihak kepolisian, selanjutnya dilakukan mediasi. Kedua belah pihak dilakukan mediasi oleh petugas Polsek Denpasar timur bersama pecalang dan aparat desa.
Sebagai seorang jurnalis, saya melihat bahwa peristiwa ini menunjukkan bahwa pengaruh alkohol dan emosi dapat membuat kondisi memburuk. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesadaran dan menghindari penggunaan alkohol yang berlebihan, terutama dalam situasi yang dapat memicu konflik.
BERITA TERKAIT

Cuaca Jakarta Kamis: Cerah Berawan dengan Angin Sejuk
Budi Santoso
China Dorong 'Jembatani Kesenjangan AI' di Forum PBB, Misi Mulia atau Strategi Geopolitik?
Reza Aditya
Tekad Keras PM Magyar: Hungaria Menolak Kirim Senjata ke Ukraina, NATO Terpecah?
Budi Santoso