Ubed Siap Pikul Beban Regenerasi Tunggal Putra Indonesia
Maya Sari
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Di tengah perubahan komposisi tunggal putra Pelatnas PBSI, Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed mulai merasakan beban regenerasi di sektor tersebut. Ubed mengakui bahwa ada beban yang dirasakan, terutama karena Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan dirinya sendiri menjadi tumpuan harapan tunggal putra Indonesia.
Ubed menyebut bahwa komunikasi dengan Ginting dan Alwi menjadi penting untuk menghadapi situasi tersebut. Ia menyebut Ginting kerap membagikan pengalaman ketika dirinya dan Jonatan Christie juga pernah berada dalam fase harus tumbuh tanpa banyak senior di atas mereka.
Menurut Ubed, fase transisi tunggal putra Indonesia menuntut kesiapan mental yang lebih besar. Pemain muda tidak cukup hanya memiliki ambisi dan semangat, tetapi juga harus mampu menjaga pikiran, fokus, dan emosi saat menghadapi pemain senior di level elite.
Ubed akan kembali menguji kesiapannya bersaing di level elite pada Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, 14-19 Juli. Ia memasang target menembus perempat final.
Sebagai seorang jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa Ubed memiliki potensi besar untuk menjadi pemain tunggal putra Indonesia yang tangguh. Namun, perlu diingat bahwa regenerasi tidak hanya tentang individu, tetapi juga tentang sistem dan infrastruktur yang mendukung. Oleh karena itu, PBSI perlu memperkuat program regenerasi dan memberikan dukungan yang lebih besar kepada pemain muda seperti Ubed.
BERITA TERKAIT

Dua Ilmuwan China Raih Penghargaan Iptek Tertinggi, Apa Prestasi Mereka?
Reza Aditya
Ekonomi Indonesia Dihadapkan pada 'Quadruple Whammy': Apa yang Harus Dilakukan?
Dian Kusuma
PSEL Bali: Langkah Besar dalam Mengatasi Krisis Sampah di Bali
Budi Santoso