Tiongkok Perkuat Dominasi di Industri PLTB Lepas Pantai, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Dian Kusuma
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Nantong Rainbow Offshore & Engineering Equipment Co., Ltd. (ROC), anak usaha Jiangsu Rainbow Heavy Industries Co., Ltd. (RHI), terus memperkuat perannya di industri manufaktur peralatan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) lepas pantai.
Dengan dukungan kapasitas produksi berskala besar, rekam jejak proyek internasional, dan jaringan layanan global, ROC mendukung pertumbuhan industri PLTB lepas pantai di seluruh dunia melalui solusi fondasi yang andal.
ROC memiliki fasilitas produksi seluas sekitar 500.000 meter persegi yang dilengkapi akses tepi Sungai Yangtze sepanjang 800 meter. Fasilitas tersebut didukung layanan fabrikasi, perakitan, inspeksi, pelapisan, hingga logistik heavy-lift.
Sebagai salah satu unit bisnis utama RHI dalam segmen manufaktur peralatan mutakhir, ROC memproduksi berbagai peralatan untuk industri PLTB lepas pantai dan teknik maritim. Portofolionya mencakup kapal lepas pantai, fondasi monopile, fondasi tipe jacket, serta berbagai struktur pendukung yang digunakan pada proyek PLTB di perairan dangkal hingga laut dalam.
Hingga kini, ROC telah mengirimkan hampir 800 fondasi monopile beserta struktur baja pendukung untuk berbagai proyek di Tiongkok maupun pasar internasional.
Ke depan, ROC akan terus meningkatkan inovasi teknologi, kapasitas produksi, dan kemampuan pelaksanaan proyek di pasar internasional. Bersama para mitra global, ROC berkomitmen mendukung pertumbuhan PLTB lepas pantai sekaligus mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat bahwa perkembangan ini dapat memiliki dampak signifikan bagi Indonesia, terutama dalam hal pengembangan energi terbarukan. Namun, perlu diingat bahwa Indonesia juga harus meningkatkan kemampuan dan kapasitas produksi dalam negeri untuk tidak tergantung pada impor peralatan PLTB lepas pantai dari Tiongkok.
BERITA TERKAIT

Solo Melangkah Maju: Jumlah Perusahaan yang Mempekerjakan Disabilitas Meningkat
Budi Santoso
Bencana Sumatera: Menteri PU Batalkan Rencana ke AS, Fokus Pulihkan Infrastruktur
Siti Rahmawati
BRI Tembus Rp1.555 Triliun, Strategi Efektif Tekan Biaya Dana dan Tingkatkan Profitabilitas
Hendra Gunawan