BRI Tembus Rp1.555 Triliun, Strategi Efektif Tekan Biaya Dana dan Tingkatkan Profitabilitas
Hendra Gunawan
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil merealisasikan penurunan biaya dana sekaligus memperkuat kualitas pertumbuhan bisnis Perseroan di tengah dinamika ekonomi global. Hal ini berkat strategi efektif yang berfokus pada peningkatan dana murah (CASA).
Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan. Dari jumlah tersebut, CASA (konsolidasian) kian mendominasi hingga mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara dengan 68,07% dari total DPK.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi salah satu strategi utama dalam program transformasi yang tengah dijalankan Perseroan. Peningkatan CASA memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan Perseroan.
Menurut saya, sebagai jurnalis senior investigasi, strategi yang diambil BRI untuk meningkatkan CASA dan menurunkan biaya dana merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan profitabilitas. Dengan fondasi yang kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko, sehingga siap menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.
BERITA TERKAIT

Pembunuhan Pilot AS di Yahukimo: 7 Tersangka Ditetapkan, Satgas Operasi Damai Cartenz Terus Berburu
Siti Rahmawati
Tiongkok Perkuat Dominasi di Industri PLTB Lepas Pantai, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Dian Kusuma
Solo Melangkah Maju: Jumlah Perusahaan yang Mempekerjakan Disabilitas Meningkat
Budi Santoso