Tarif Trans Pakuan Nonsubsidi di Bogor Diprediksi Mencapai Rp6.000-Rp7.000
Budi Santoso
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, telah memprediksi bahwa tarif layanan Trans Pakuan dengan skema operasional mandiri atau nonsubsidi akan berkisar antara Rp6.000 hingga Rp7.000 per perjalanan.
Menurut Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, kisaran tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan sebagai bagian dari persiapan pengoperasian dua koridor Trans Pakuan dengan skema nonsubsidi.
Dua koridor Trans Pakuan tersebut direncanakan untuk beroperasi secara mandiri tanpa subsidi pemerintah, sementara empat koridor lainnya tetap akan mendapat subsidi dengan tarif sekitar Rp4.000 per perjalanan.
Pemerintah Kota Bogor juga menargetkan untuk memulai uji coba operasional Koridor 3 dan Koridor 4 pada tahun ini sebelum dioperasikan secara penuh pada awal 2027.
Sebagai jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa pengembangan layanan Trans Pakuan ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas transportasi umum di Kota Bogor. Namun, perlu diingat bahwa tarif yang lebih tinggi juga dapat berdampak pada masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada transportasi umum sebagai sarana utama.
BERITA TERKAIT

Menteri PU Berjanji Perkuat Jembatan Enang-Enang Aceh Setelah Diperbaiki Masyarakat
Siti Rahmawati
Revolusi Pariwisata: Milenial dan Gen Z Mendorong Munculnya Wisata Tematik
Hendra Gunawan
Perubahan Nama Jawa Barat: Antara Aspirasi Masyarakat dan Kepentingan Politik
Siti Rahmawati