Pertagas Siap Dukung Penerapan CNG 3 kg, Apakah Ini Langkah Tepat?
Dian Kusuma
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan siap mendukung rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menerapkan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Menurut Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, Pertagas siap memberikan dukungan infrastruktur pendukung, seperti stasiun kompresi gas dan pipa backbone yang sudah terhubung dari Sumatera bagian tengah sampai ke Jawa bagian timur.
Namun, Sulthani juga menyampaikan bahwa Pertagas masih menunggu ketetapan dari Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), ihwal mekanisme bisnis dan konsep penyaluran CNG.
CNG sendiri bukan teknologi baru, karena telah digunakan di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, pemanfaatannya selama ini masih terbatas pada tabung berkapasitas besar di atas 10 hingga 20 kilogram.
Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat bahwa penerapan CNG 3 kg sebagai pengganti LPG dapat menjadi langkah tepat dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam tentang dampak ekonomi dan sosial dari penerapan CNG 3 kg, serta memastikan bahwa infrastruktur pendukung yang memadai dapat dibangun.
BERITA TERKAIT

Alwi Farhan Temukan Inspirasi dari Cristiano Ronaldo dalam Menghadapi Tekanan di Dunia Bulu Tangkis
Eka Saputra
Revolusi AI: Zettabyte Dorong Komputasi Berkualitas untuk Masa Depan yang Lebih Cerah
Fitriani Ningsih
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim PN Tipikor ke Bawas MA, Apa yang Terjadi?
Siti Rahmawati