Pemerintah Perketat Pengawasan di PFII untuk Cegah Praktik Round-Tripping
Siti Amalia
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Pemerintah Indonesia telah menerapkan pengawasan ketat pada Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk mencegah praktik round-tripping capital. Praktik ini melibatkan pengalihan dana atau modal domestik ke luar negeri yang kemudian dimasukkan kembali ke negara asal dalam bentuk investasi asing langsung (FDI) demi memperoleh insentif pajak.
Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, menegaskan bahwa seluruh pelaku usaha yang ingin beroperasi di PFII harus mematuhi standar regulasi internasional untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan fasilitas investasi.
Menurut Herman, proses penyaringan terhadap investor akan mengikuti standar global yang telah diterapkan di berbagai pusat keuangan internasional. Pemerintah juga akan menyiapkan aturan mengenai kepemilikan perusahaan, termasuk apabila terdapat kepemilikan oleh warga negara Indonesia.
PFII tidak hanya ditujukan menjadi pusat keuangan internasional, namun juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan besarnya potensi sumber daya domestik. Pemerintah tetap akan mematuhi standar perpajakan internasional, termasuk ketentuan Global Minimum Tax (GMT) sehingga tidak akan memberikan insentif secara berlebihan demi menarik investasi.
Sebagai seorang jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa penerapan pengawasan ketat di PFII merupakan langkah yang tepat untuk mencegah praktik round-tripping. Namun, perlu diingat bahwa pemerintah harus tetap memastikan bahwa aturan dan regulasi yang diterapkan tidak terlalu ketat sehingga menghambat investasi asing. Keseimbangan antara pengawasan dan investasi harus menjadi prioritas utama.
BERITA TERKAIT

DPR Tunda Bahas UU Pemilu: Oligarki Partai Kian Menunjukkan Tajamnya, Rakyat Kian Terlupakan
Budi Santoso
Manchester United Gelontorkan Rp1 Trilyun untuk Gelandang Brasil Andrey Santos: Transfer Strategis atau Langkah Desperate?
Maya Sari
Kooij Pecahkan Kutukan 22 Tahun Decathlon CMA CGM di Tour de France, Sprint Dramatis Warnai Etape Kelima
Dimas Pratama