Jepang Perkuat Tata Kelola Zona Ekonomi Eksklusif, Apa yang Diharapkan?
Siti Rahmawati
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Parlemen Jepang baru saja mengesahkan revisi undang-undang (UU) untuk memperkuat tata kelola Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) nasional. Langkah ini diambil untuk memberikan dukungan finansial bagi pulau-pulau terpencil di dekat perbatasan, sehingga mencegah wilayah tersebut menjadi tak berpenghuni.
Berdasarkan undang-undang khusus untuk pulau-pulau terpencil dan berpenghuni, sebanyak 77 pulau kecil di sembilan prefektur akan menerima insentif dari pemerintah untuk mempertahankan keberadaan komunitas lokal. Insentif tersebut meliputi penurunan tarif transportasi udara dan laut, serta bantuan untuk menjaga stabilitas sektor perikanan.
Langkah ini diambil seiring dengan upaya pemerintah Jepang untuk memastikan adanya landasan kebijakan yang kuat dalam mengelola laut teritorial dan ZEE, yang secara keseluruhan mencakup area seluas 4,47 juta kilometer persegi. Sebelumnya, undang-undang khusus untuk pulau-pulau terpencil dan berpenghuni tersebut ditetapkan berlaku hingga Maret 2027. Melalui revisi tersebut, masa berlaku peraturan tersebut diperpanjang selama 10 tahun.
Penambahan enam pulau penerima insentif tambahan, yakni Pulau Teuri dan Pulau Yagishiri di Prefektur Hokkaido; Pulau Tobishima di Prefektur Yamagata dan Pulau Awashima di Prefektur Niigata; serta Pulau Niijima dan Pulau Shikine yang termasuk dalam Kawasan Metropolitan Tokyo, merupakan yang pertama kali dilakukan sejak undang-undang tersebut mulai berlaku pada 2017.
Sebagai seorang jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa langkah ini merupakan upaya serius pemerintah Jepang untuk mempertahankan keberadaan komunitas lokal di pulau-pulau terpencil. Namun, masih perlu diawasi apakah implementasi kebijakan ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
BERITA TERKAIT

Bencana Sumatera: Menteri PU Batalkan Rencana ke AS, Fokus Pulihkan Infrastruktur
Siti Rahmawati
BRI Tembus Rp1.555 Triliun, Strategi Efektif Tekan Biaya Dana dan Tingkatkan Profitabilitas
Hendra Gunawan
Changan Indonesia Siap Menggebrak Pasar Otomotif dengan Strategi Baru
Raka Mahendra