Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Serangan Terbaru Picu Kekerasan di Perbatasan
Budi Santoso
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Iran mengecam serangan militer AS terbaru yang menargetkan beberapa pusat pemantauan dan pengawasan di sepanjang pantai selatan negara itu. Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, serangan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB dan perjanjian gencatan senjata antara kedua negara.
Iran dan AS mencapai nota kesepahaman pada 17 Juni yang bertujuan untuk mengakhiri konflik militer mereka dan mencapai perjanjian perdamaian yang langgeng. Namun, serangan AS terbaru telah memicu kekerasan di perbatasan dan menewaskan seorang anggota Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Banda Mahshahr.
Militer AS mengatakan telah melakukan gelombang serangan baru terhadap Iran sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan tersebut dilakukan sebagai tanggapan langsung terhadap serangan Iran.
Sebagai seorang jurnalis investigasi, saya melihat bahwa serangan AS terbaru ini telah memicu kekerasan di perbatasan dan menimbulkan pertanyaan tentang komitmen AS terhadap perjanjian gencatan senjata. Apakah AS benar-benar ingin mencapai perdamaian dengan Iran, ataukah serangan ini hanya sebagai alasan untuk memperluas kehadiran militer di wilayah tersebut?
BERITA TERKAIT

Indonesia Butuh Regulasi Antariksa untuk Mencapai Kemandirian Nasional
Fitriani Ningsih
MPR dan MK Sepakat Sinergi Tafsir Konstitusi untuk Menguatkan Kedaulatan Rakyat
Budi Santoso
Operasi Pemotongan Ujung: Polisi Geledah Mal Mewah di Jaksel Terkait Korupsi dan TPPU
Budi Santoso