Ekonomi Indonesia: Solid, tapi Perlu Waspada
Dian Kusuma
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ekonomi riil Indonesia masih tetap solid, kata Kepala Divisi Riset Ekonomi/Chief Economist PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) Suhindarto. Namun, perlu diwaspadai perlambatan di sektor manufaktur yang dapat berdampak pada tenaga kerja.
Menurut Suhindarto, indeks keyakinan konsumen masih berada pada kondisi yang optimis, meskipun mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Penjualan retail juga masih baik, meskipun mengalami kontraksi pasca Lebaran.
Namun, pelemahan di sektor manufaktur perlu diwaspadai karena dampaknya cukup lebar. PMI (Purchasing Managers Index) Manufacturing Indonesia mengalami kontraksi yang cukup dalam pada Juni lalu.
Suhindarto juga menyampaikan bahwa inflasi masih terkendali, meskipun arah pergerakannya mulai menuju ke batas atas rentang target dari Bank Indonesia (BI). Namun, dia yakin bahwa inflasi dapat tetap terjaga dalam rentang 2,5 persen plus minus 1 persen.
Sebagai jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa ekonomi Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh, namun perlu diwaspadai perlambatan di sektor manufaktur dan inflasi yang mulai meningkat. Pemerintah dan pelaku bisnis perlu bekerja sama untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan bahwa ekonomi Indonesia tetap solid dan berkelanjutan.
BERITA TERKAIT

Prancis vs Maroko: Doue Dipercaya Jadi Katalis, Mbappe Tunggal di DepanâTapi Apakah Ini Strategi Cerdas atau Jalan Terjebak?
Dimas Pratama
UU Polri Baru Dibuat 'Tanpa Harmonisasi'? Peneliti & Aktivis Mahasiswa Gugat Formil ke MK, Ini Bukti Teknis yang Membuat DPR Tersudut
Budi Santoso
Yakin: Argentina âTerlukaâ, Swiss Siap Guncang Juara Dunia di Perempat Final Piala Dunia 2026
Dimas Pratama