Dekranas Dukung Tenun Tana Toraja Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Ekonomi
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Dekranas Dukung Tenun Tana Toraja Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
BAGIKAN:

Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Tri Tito Karnavian, baru-baru ini menyampaikan dukungan terhadap pengembangan tenun Tana Toraja sebagai penggerak ekonomi kreatif. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pelestarian warisan budaya yang kuat.

Tri menyampaikan dukungan tersebut saat meresmikan pelatihan pembuatan dan pemanfaatan pewarna alami di Pasar Seni Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dekranasda Tana Toraja.

Menurut Tri, tenun Tana Toraja merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang perlu terus dijaga kelestariannya. Namun, wastra ini juga harus beradaptasi dengan kebutuhan pasar di tengah arus modernisasi dunia fesyen.

Tri menjelaskan bahwa sektor kerajinan ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya melainkan juga sebagai sumber ekonomi yang unggul. Sektor ekonomi kreatif ini dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Tri berharap perajin dapat melahirkan lebih banyak kreasi baru dari kekayaan wastra daerah. Pengembangan variasi motif dan teknik produksi tetap diperlukan agar produk semakin diminati oleh pasar modern.

Selain pengembangan produk, Tri juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi wastra daerah melalui pendaftaran indikasi geografis. Identitas produk serta motif tradisional perlu didokumentasikan dan didaftarkan resmi kepada pihak berwenang.

Sebagai seorang jurnalis investigasi, saya melihat bahwa langkah Dekranas ini sangat penting dalam melestarikan warisan budaya Tana Toraja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Namun, perlu diingat bahwa pengembangan ekonomi kreatif harus dilakukan dengan bijak dan berkelanjutan, sehingga tidak merusak kearifan lokal dan lingkungan sekitar.