Kebakaran TPA Jatiwaringin: KLH Luncurkan Drone Thermal untuk Deteksi Api Tersembunyi

Lingkungan
Budi SantosoBudi Santoso
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kebakaran TPA Jatiwaringin: KLH Luncurkan Drone Thermal untuk Deteksi Api Tersembunyi
BAGIKAN:

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menerjunkan drone thermal untuk membantu mendeteksi titik api tersembunyi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang masih terbakar.

Menurut Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, teknologi drone thermal dibutuhkan untuk memetakan sebaran panas sehingga petugas dapat mengetahui lokasi api yang masih aktif di bawah permukaan timbunan sampah.

Penggunaan drone thermal akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, dengan pemantauan yang hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu karena khawatir mengganggu operasional helikopter water bombing.

Karakteristik kebakaran TPA Jatiwaringin menyerupai kebakaran lahan gambut, di mana bara api masih dapat bertahan di bawah timbunan sampah hingga kedalaman sekitar 10 meter, diperparah oleh kandungan gas metana yang berpotensi memicu ledakan.

Untuk mengatasi kebakaran bawah permukaan, pemerintah mengerahkan 30 personel Manggala Agni yang melakukan pemadaman dengan metode inject. Namun, penerapan metode tersebut masih menghadapi kendala teknis, seperti kebutuhan akan air bersih untuk injeksi.

Sebagai seorang jurnalis senior investigasi, saya melihat bahwa kebakaran TPA Jatiwaringin bukan hanya kejadian biasa, tetapi juga mengungkapkan masalah lebih besar dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Pemerintah harus segera menangani masalah ini dengan serius dan memastikan bahwa rencana pembangunan waste to energy (WtE) tidak terganggu oleh kebakaran ini.