Ribuan Calon Mahasiswa Mundur, Benarkah Biaya Kuliah yang Mahal?
Berita Hari Ini Desk
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan bahwa ribuan calon mahasiswa yang mengundurkan diri disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah biaya uang kuliah tunggal (UKT) yang mahal.
Lalu meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memperbanyak kesempatan beasiswa bagi para pelajar yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi. "Tolong afirmasi untuk calon mahasiswa yang kurang mampu diperbesar porsinya untuk menampung semua," ucapnya.
Selain itu, Lalu juga menjelaskan bahwa tidak semua kampus menetapkan biaya UKT yang mahal, sebagai contoh Universitas Mataram di Nusa Tenggara Barat yang menetapkan biaya terendah per semester sebesar Rp 500 ribu. Dia mengimbau kepada calon mahasiswa untuk tidak terburu-buru mengundurkan diri.
Menurut Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, penyebab calon mahasiswa tidak mendaftar ulang bervariasi, seperti ketika calon mahasiswa tidak cocok dengan program studi pilihan kedua pada SNBP, atau karena mereka diterima di perguruan tinggi swasta atau kelas internasional untuk program studi yang diinginkan.
Sebagai seorang jurnalis investigasi, saya melihat bahwa masih banyak faktor yang mempengaruhi keputusan calon mahasiswa untuk tidak mendaftar ulang, dan perlu adanya solusi yang lebih komprehensif untuk mengatasi masalah ini. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah dapat meningkatkan alokasi beasiswa dan memperbaiki sistem penerimaan mahasiswa baru untuk memastikan bahwa semua calon mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.
BERITA TERKAIT

Pertarungan Sengit di Stadion Dallas: Norwegia Menyingkirkan Pantai Gading di Piala Dunia 2026
Maya Sari
Taman Indonesia di Prancis: Jembatan Budaya yang Menghubungkan Dua Bangsa
Tim Redaksi
KPK Gali Keterangan Dito Ariotedjo untuk Kuatkan Bukti Kasus Korupsi Kuota Haji
Tim Redaksi