Taman Indonesia di Prancis: Jembatan Budaya yang Menghubungkan Dua Bangsa
Tim Redaksi
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris telah menyambut dengan hangat dibukanya Taman Indonesia di Bretagne, Prancis barat. Taman tematik ini, yang dinamai "Jardin Indonesien – I Ketut Wirta", diharapkan menjadi simpul budaya yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan seni, tradisi, dan arsitektur Indonesia kepada masyarakat Prancis, tapi juga memperkuat diplomasi budaya antara kedua negara.
Dengan luas lima hektare, taman ini menawarkan sebuah pengalaman yang kaya dan autentik, lengkap dengan lanskap tradisional Indonesia, termasuk hamparan sawah, terasering, tanaman tropis, dan 100 pohon palem. Pengunjung dapat menikmati berbagai bangunan khas nusantara seperti rumah Toraja, Joglo, lumbung padi asal Bali, dan replika stupa Candi Borobudur, serta menaksir berbagai karya seni seperti patung Hindu, ukiran kayu, dan ornamen dekoratif buatan perajin Indonesia.
Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, menyambut baik pembukaan taman ini dan menekankan bahwa taman tersebut merupakan jembatan yang menghubungkan kedua bangsa melalui budaya, alam, dan rasa saling menghormati. Ia juga mengapresiasi dedikasi pengelola Tropical Parc dan komitmennya untuk mendukung pengembangan Taman Indonesia sebagai pusat promosi budaya nusantara di Prancis.
Sebagai seorang jurnalis, saya melihat inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia di kancah internasional. Taman Indonesia bukan hanya sekadar destinasi wisata, melainkan juga menjadi sarana efektif untuk memperluas pemahaman dan apresiasi masyarakat Prancis terhadap keberagaman budaya Indonesia. Ini adalah contoh konkrit dari diplomasi budaya yang bisa memperkuat hubungan antarnegara dan mempromosikan perdamaian melalui pemahaman dan penghargaan timbal balik.
BERITA TERKAIT

NATO Perkuat Pertahanan: Konferensi Tingkat Tinggi Parlemen Dimulai di Istanbul
Berita Hari Ini Desk
Pantai Gading Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Amad Diallo Nilai Pengalaman Berharga
Dimas Pratama
Pantai Gading Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Analisis Kekalahan dan Pelajaran Berharga
Eka Saputra