Duta Besar Eropa Turun ke Laut Minahasa: Konservasi Jadi Mesin Penghasilan Nelayan
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- Belasan duta besar Uni Eropa mengunjungi desa pesisir Likupang Timur untuk menyaksikan langsung program konservasi laut yang didanai KfW.
- Penerapan pola penangkapan ikan berkelanjutan meningkatkan pendapatan nelayan hingga dua kali lipat, tanpa tambahan biaya modal.
- Program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries mencakup 21 kawasan konservasi seluas 1,63 juta hektar dan melibatkan lebih dari 5.700 pemangku kepentingan.
Jakarta – Pada pekan lalu, dua belas duta besar dari negara‑negara anggota Uni Eropa menurunkan diri ke perairan Likupang Timur, Minahasa Utara, bukan untuk pertemuan diplomatik di ruang rapat, melainkan untuk menyelam, mengamati terumbu karang, dan berdialog langsung dengan nelayan setempat. Kunjungan ini merupakan bagian integral dari program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries, kolaborasi antara Kementerian Kehutanan, Uni Eropa, KfW, dan Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia yang telah berjalan sejak 2019 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, menegaskan bahwa kunjungan bersama duta besar ke luar Pulau Jawa “jarang terjadi”. Ia menambahkan, “Ini mungkin pertama kalinya dalam waktu lama tim dari negara‑negara anggota Uni Eropa berkunjung bersama ke satu tempat di luar Pulau Jawa.”
Selama di lapangan, delegasi berdialog dengan kelompok nelayan yang telah beralih ke metode penangkapan ikan yang lebih selektif dan musiman. Salah satu nelayan melaporkan pendapatan naik dari sekitar Rp20 juta menjadi Rp48 juta per musim, sebuah peningkatan yang tidak memerlukan investasi modal tambahan. Burkhard Hinz, Country Director KfW Development Bank Indonesia, menegaskan bahwa “pendapatan berlipat ganda hanya karena mengubah pola menangkap ikan, tanpa biaya sepeser pun.”
Data program memperkuat
BERITA TERKAIT

Universitas Republik Indonesia Dijadikan Mesin STEM: Ambisi Prabowo Siapkan Generasi Emas 2045

Langkah Strategis atau Sinyal Bahaya? Di Balik Pembubaran Dana Pensiun Bank CIMB Niaga oleh OJK
