Depok Bikin Gebrakan! Angkot Listrik Wuling Mitra EV Siap Mengaspal: Torsi Melimpah, Bye-Bye Polusi!
Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Ringkasan Singkat
- Depok memulai era elektrifikasi transportasi publik dengan menyiapkan angkot listrik berbasis Wuling Mitra EV untuk rute Terminal Depok Baru - Terminal Jati Jajar via GDC.
- Wuling Mitra EV dibekali baterai LFP hingga 56,2 kWh dengan jarak tempuh maksimal 400 km dan didukung pengisian cepat 30-80% dalam waktu 30 menit.
- Armada baru ini dirancang ramah disabilitas, memiliki kursi prioritas, serta menawarkan tarif operasional yang diklaim lebih terjangkau bagi masyarakat.
Yo, apa kabar pecinta otomotif! Doni Surya di sini. Kali ini kita kedatangan kabar gokil dari kota penyangga ibu kota, Depok. Siapa sangka, Depok bakal jadi salah satu pionir transportasi publik masa depan dengan mengandalkan Wuling Mitra EV sebagai armada angkutan kota (angkot) terbarunya! Langkah berani dari Dishub Depok ini jelas bukan sekadar gimik ramah lingkungan biasa, melainkan sebuah lompatan teknologi yang patut kita bedah habis-habisan.
Saat ini, unit Wuling Mitra EV sedang digodok di karoseri lokal untuk disesuaikan dengan kebutuhan operasional angkot modern. Langkah ini diambil untuk menggantikan armada angkutan D10A yang melayani trayek sibuk dari Terminal Depok Baru hingga Terminal Jati Jajar via kawasan Grand Depok City (GDC). Tidak hanya ramah lingkungan, angkot listrik ini juga dirancang inklusif dengan menyediakan fasilitas khusus untuk penyandang disabilitas serta kursi prioritas bagi ibu hamil.
Mari kita bicara spesifikasi teknis, bagian yang paling bikin kita para petrolhead sekaligus antusias EV penasaran. Secara dimensi, Wuling Mitra EV memiliki proporsi yang sangat pas untuk bermanuver di jalanan kota yang padat, dengan panjang 5.010 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.960 mm. Akses keluar masuk penumpang dijamin sangat praktis berkat konfigurasi dua pintu geser (sliding door) di sisi kiri dan kanan, serta pintu belakang yang fungsional.
Untuk urusan performa, Wuling membekali kendaraan komersial ini dengan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang terkenal tangguh dan tahan lama. Tersedia dalam dua varian kapasitas baterai: 41,9 kWh untuk tipe Long Range yang mampu menempuh jarak hingga 300 km (CLTC), dan baterai monster 56,2 kWh untuk tipe Premium Range yang sanggup menjelajah hingga 400 km (CLTC) dalam sekali pengisian daya penuh. Menariknya, baterai ini sudah mendukung pengisian daya cepat yang diklaim mampu terisi dari 30% ke 80% hanya dalam waktu 30 menit saja!
Tenaga tersebut kemudian disalurkan ke roda belakang (RWD) melalui motor listrik yang mampu memuntahkan daya sebesar 75 kW (setara 100 HP) dan torsi instan yang cukup melimpah, yakni 180 Nm. Dengan torsi sebesar itu, melibas tanjakan curam di area GDC saat muatan penuh tentu bukan masalah besar. Sementara untuk kecepatan maksimalnya dibatasi secara elektronik di angka 115 km/jam demi efisiensi dan keselamatan penumpang.
Bicara soal harga, Wuling meniagakan Mitra EV versi Minibus Long seharga Rp348 juta dan tipe Premium seharga Rp378 juta. Sedangkan untuk varian Blind Van dipasarkan mulai dari Rp328 juta (Long) hingga Rp358 juta (Premium).
Analisis Pakar
Sebagai reviewer otomotif yang kerap menguji berbagai jenis kendaraan, saya harus angkat topi untuk keputusan pemilihan basis Wuling Mitra EV ini. Penggunaan konfigurasi penggerak roda belakang (RWD) pada mobil listrik komersial adalah keputusan yang sangat tepat. Karakteristik RWD memberikan traksi yang jauh lebih superior saat mobil membawa beban penuh, terutama ketika harus merayap di tanjakan-tanjakan kota Depok yang menantang. Torsi instan sebesar 180 Nm juga akan sangat memanjakan pengemudi angkot, meminimalkan kelelahan berkendara karena tidak perlu lagi memainkan setengah kopling seperti pada angkot konvensional.
Namun, mari kita bersikap kritis. Tantangan terbesar dari implementasi angkot listrik ini bukanlah pada unit mobilnya, melainkan pada kesiapan infrastruktur pengisian daya (SPKLU). Angkot bekerja dengan sistem kejar setoran dan jam operasional yang sangat padat. Jika pemerintah kota Depok tidak menyediakan stasiun pengisian daya cepat (DC Fast Charging) khusus di titik terminal asal dan tujuan, maka waktu tunggu pengisian daya selama 30 menit justru bisa menjadi bumerang yang menurunkan produktivitas harian para sopir.
Dari kacamata bisnis, harga unit yang menyentuh angka Rp348 juta hingga Rp378 juta untuk varian minibus tentu merupakan investasi yang sangat besar bagi para pengusaha angkot lokal. Tanpa adanya skema subsidi yang agresif, jaminan kemudahan kredit, atau model kemitraan yang saling menguntungkan dari pemerintah daerah, proses transisi ini diprediksi akan berjalan lambat dan sulit diadopsi secara massal. Sisi positifnya, biaya perawatan (maintenance cost) dari EV jauh lebih murah dibanding mobil bermesin bakar (ICE) karena minimnya komponen bergerakātidak ada ritual ganti oli mesin, filter busi, atau transmisi yang rumit.
Terakhir, langkah modifikasi karoseri yang ramah disabilitas dan ibu hamil adalah sebuah standar baru yang wajib diapresiasi dan ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia. Selama ini, angkot sering kali diidentikkan dengan moda transportasi yang kumuh, tidak nyaman, dan tidak ramah bagi kelompok rentan. Kehadiran Wuling Mitra EV ini bukan sekadar migrasi teknologi dari bensin ke listrik, melainkan sebuah momentum penting untuk merevolusi budaya bertransportasi publik yang lebih memanusiakan manusia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Berapa jarak tempuh maksimal angkot listrik Wuling Mitra EV di Depok?
A: Wuling Mitra EV memiliki dua pilihan baterai dengan jarak tempuh maksimal hingga 300 km untuk varian Long Range (baterai 41,9 kWh) dan hingga 400 km untuk varian Premium Range (baterai 56,2 kWh) berdasarkan standar pengujian CLTC.
Q: Rute mana saja yang akan dilayani oleh angkot listrik baru ini?
A: Angkot listrik ini disiapkan sebagai armada baru untuk menggantikan angkutan rute D10A yang melayani trayek dari Terminal Depok Baru menuju Terminal Jati Jajar via kawasan Grand Depok City (GDC).
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya baterai Wuling Mitra EV?
A: Dengan menggunakan sistem pengisian daya cepat (fast charging), baterai Wuling Mitra EV diklaim mampu terisi dari kapasitas 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu 30 menit.
BERITA TERKAIT

Menteri Keuangan dan PBNU Bahas Kolaborasi Sampah Jadi Pupuk & Board: Peluang Investasi Besar bagi Indonesia

Sudaryono Tinggalkan Kursi Wamentan, Fokus Jadi Kepala BGN: Apa Dampaknya bagi Kebijakan Pertanian?
