PWI: Permintaan Maaf Hotman Paris Tak Hapus Pidana
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

PERSATUANWartawan Indonesia (PWI) tetap melaporkan pengacaraHotman ParisHutapea ke Polda Metro Jaya meski ia telah menyampaikan permintaan maaf. Laporan itu berkaitan dengan pernyataan Hotman dalam konferensi pers seusai pemeriksaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Direktur Anti-Kekerasan Wartawan PWI Edison Siahaan mengatakan pihaknya melaporkan Hotman karena menilai pernyataannya merendahkan profesi wartawan.“Semoga ini bisa sampai proses pengadilan,” ujar Edison pada Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Edison, permintaan maaf yang telah disampaikan Hotman tidak serta-merta menghapus pertanggungjawaban pidana.“Itu kan tidak tentu menyelesaikan tindak pidana yang telah dilakukan,” kata Edison seusai membuat laporan di Polda Metro Jaya.
Meski demikian, Edison mengatakan PWI tetap menghargai itikad Hotman untuk meminta maaf. Namun, ia menilai permintaan maaf tersebut terkesan tidak tulus dan hanya disampaikan sekadarnya.
Menurut Edison, permintaan maaf itu dapat menjadi salah satu pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan.“Tinggal bagaimana hakim menilai permintaan maaf beliau,” ujarnya.
Sebelumnya, pernyataan Hotman dalam konferensi pers seusai pemeriksaan Febrie Adriansyah menuai kritik publik. Saat itu, seorang wartawan menanyakan apakah Febrie merasa dikriminalisasi dalam perkara yang menjeratnya.
Hotman langsung memotong pertanyaan tersebut.“Menurut kau gimana? Lu punya otak enggak?” kata Hotman dalam konferensi pers pada Jumat, 17 Juli 2026.
Ia kemudian meminta wartawan itu menilai sendiri proses hukum terhadap Febrie. Menurut Hotman, polisi menggeledah rumah kliennya secara tidak etis, bahkan sebelum penyidik memeriksa Febrie sebagai saksi.“Kalau tiba-tiba rumah lu digeledah sampai celana-celana lu, misalnya, dipamerkan itu tanpa diperiksa saksi apa pun, itu namanya apa? Jawab sendiri,” ujar Hotman kepada wartawan.
Dalam konferensi pers tersebut, Hotman beberapa kali melontarkan pernyataan bernada keras saat menjawab pertanyaan wartawan. Ia juga mempertanyakan latar belakang pendidikan hukum wartawan yang mengajukan pertanyaan.
Ketika wartawan menanyakan rencana pengajuan praperadilan, Hotman mengatakan langkah itu pasti ditempuh. Namun, saat wartawan menanyakan dugaan agenda tersembunyi dalam perkara Febrie, ia justru meminta agar pertanyaan tersebut diajukan kepada pihak lain.
Belakangan, Hotman meminta maaf melalui video yang diunggah di akunInstagram-nya.“Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers mantan Jampidsus yang mengatakan, ‘Lu punya otak enggak sih?’” kata Hotman.
Hotman mengatakan emosinya terpancing karena wartawan berulang kali mengajukan pertanyaan yang menurut dia sudah dijawab. Salah satunya berkaitan dengan dugaan agenda tersembunyi dan pihak yang dianggap keliru dalam penanganan perkara Febrie Adriansyah.“Saya sudah bolak-balik bilang saya tidak tahu,” ujarnya.
Pilihan Editor:Siapa Ferry Hongkiriwang Pemicu Konflik Jaksa-Polisi
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
BERITA TERKAIT

Truk Sampah ke Bantargebang Turun Drastis: Gubernur DKI Klaim Pilah Sampah Jadi Penyelamat Lingkungan

Serbuan Merah Putih di China Open 2026: Fajar/Fikri dan Jonatan Christie Siap Guncang Babak 32 Besar!
