Pezeshkian Terungkap: Komunikasi Harian dengan Khamenei, Iran Siap Perang Skala Penuh di Tengah Serangan AS ke Selat Hormuz

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Pezeshkian Terungkap: Komunikasi Harian dengan Khamenei, Iran Siap Perang Skala Penuh di Tengah Serangan AS ke Selat Hormuz
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian klaim berkomunikasi harian dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa kebijakan negara diarahkan oleh panduan tersebut.
  • Pernyataan muncul amid intensifikasi konflik militer antara Iran dan United States, termasuk serangan terhadap jembatan strategis di Strait of Hormuz dan balasan Iran terhadap basis AS di wilayah Arab.
  • Pezeshkian menegaskan Iran sedang dalam "perang skala penuh" yang meluas ke dimensi ekonomi dan sosial, bukan hanya konfrontasi senjata.

Dalam pidato hari Selasa (21/7) di Hari Industri dan Pertambangan Nasional, Pezeshkian menekankan bahwa intensitas komunikasi dengan Khamenei semakin meningkat setiap hari, sehingga seluruh langkah kebijakan sudah diatur berdasarkan arahan pemimpin tertinggi.

Dia menambahkan bahwa rakyat Iran membutuhkan dukungan dari Khamenei untuk maju dengan penuh kekuatan, sebuah pesan yang diberikan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa 90 persen dari figura tersebut telah tewas—klaim yang dipersoalkan oleh pejabat Iran yang menyatakan bahwa Khamenei masih aktif meski jarang tampil di publik.

Konteks pernyataan ini berada di tengah serangkaian pertukaran tembakan: pasukan AS telah menggempur pertahanan Iran di Selat Hormuz, menghancurkan enam jembatan strategis yang menghubungkan Bandar Abbas dengan Lar dan Rudan, serta menyerang infrastruktur logistik vital. Iran membalas dengan menargetkan pangkalan AS di negara-negara Arab dan menggempur armada AS di Laut Arab serta Teluk Oman.

Pezeshkian kemudian mengumumkan bahwa Iran sedang terlibat dalam "perang skala penuh", yang menurutnya tidak hanya melibatkan rudal dan pertempuran laut, tetapi juga menargetkan perekonomian dan mata pencaharian rakyat, mencerminkan strategi yang menggabungkan tekanan militer dengan dampak ekonomi.

Meskipun tidak ada bukti visual langsung mengenai kehadiran Khamenei, komunikasi yang digambarkan oleh Pezeshkian menunjukkan upaya mempertahankan kesatuan kepemimpinan amid tekanan eksternal yang semakin meningkat.

Analisis Pakar

Dari perspektif hubungan internasional, klaim Pezeshkian tentang komunikasi harian dengan Khamenei dapat diinterpretasikan sebagai upaya memperkuat legitimasi kepemimpinan dalam kondisi ketidakstabilan regional. Dengan menekankan adanya arahan langsung dari pemimpin tertinggi, presidennya mencoba menyalahkan setiap keputusan strategik—baik ofensif maupun defensif—pada otoritas yang dianggap tidak dapat digoyahkan, sehingga mengurangi risiko kritik domestik terhadap kebijakan yang dianggap agresif.

Sementara itu, intensifikasi pertempuran di Selat Hormuz menunjukkan bahwa kedua belah pihak menggunakan lautan sebagai arena pertempuran strategis. Selat ini merupakan jalur vital untuk ekspor minyak Iran dan impor barangasi, sehingga serangan terhadap jembatan dan infrastruktur logistik tidak hanya menimbulkan kerugian material tetapi juga menekan daya beli dan stabilitas perekonomian domestik. Respons Iran dengan menyerang basis AS di wilayah Arab menunjukkan doktrin retaliasi yang bertujuan meningkatkan biaya bagi lawan sambil menegaskan kemampuan proyeksi kekuatan nonostante keterbatasan sumber daya naval.

Pernyataan tentang "perang skala penuh" yang mencakup dimensi ekonomi menyoroti perubahan dalam doktrin pertahanan Iran yang semakin mengintegrasikan sanksi, blokade, dan kampanye informasi sebagai bagian dari strategi pertahanan total. Dalam konteks ini, upaya menjaga komunikasi terus-menerus dengan pemimpin spiritual tidak hanya soal koordinasi operasional, tetapi juga simbolik: menegaskan bahwa kepemimpinan Iran tetap utuh dan berfungsi, sebuah narasi yang penting untuk mempertahankan morale militer dan dukungan publik di tengah tekanan ekonomi yang parah akibat sanksi AS dan ketidakstabilan regional.

Secara keseluruhan, situasi ini mencerminkan dinamika escalasi yang dihadiri oleh mispersepsi dan proyeksi kekuatan. Klaim tentang kematian atau ketidakmampuan Khamenei, meski belum dibuktikan, berfungsi sebagai propaganda yang dapat mempengaruhi persepsi internal dan eksternal. Untuk mengurangi risiko eskalasi lebih lanjut, diperlukan kanal diplomatik yang transparan dan pembaruan mekanisme verifikasi yang dapat mengurangi spekulasi serta membuka ruang untuk negosiasi mengenai keselamatan navigasi di Selat Hormuz dan pembatasan tindakan hostil.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah klaim tentang komunikasi harian antara Pezeshkian dan Khamenei dapat diverifikasi?
    A: Tidak ada bukti publik yang mengonfirmasi frekuensi komunikasi tersebut; pernyataan didasarkan pada klaim presidennya dan belum diverifikasi secara independen.
  • Q: Mengapa Selat Hormuz menjadi fokus pertempuran antara Iran dan AS?
    A: Selat Hormuz adalah jalur vital bagi ekspor minyak global; mengendalikan atau mengganggu lalu lintas di sini memberikan leverage strategis besar bagi kedua belah pihak.
  • Q: Apa implikasi pernyataan Iran tentang "perang skala penuh" bagi stabilitas regional?
    A: Pernyataan tersebut menegaskan bahwa konflik tidak terbatas pada pertempuran militer conventional, melainkan termasuk tekanan ekonomi dan informasi, yang dapat memperpanjang dan memperdeepening ketidakstabilan di wilayah Timur Tengah.