Trump Goyah Ajak FIFA: AS Harus Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Lagi!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Presiden AS Donald Trump meminta FIFA agar Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia secepatnya.
- Trump menekankan keberhasilan Piala Dunia 2026 di AS sebagai alasan kuat untuk mengundang negara itu menggelar aksi serupa.
- FIFA sudah menetapkan Maroko, Spanyol, dan Portugal sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030, sementara Arab Saudi akan menyelenggarakan edisi 2034.
Washington, D.C. – Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, kembali menyuguhkan drama politik di dunia sepak bola dengan langsung menyodorkan permohonan kepada FIFA agar AS segera kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia. Dalam wawahannya yang diutip dari USA Today, Trump menyatakan: “Saya punya ide bagus untuk Gianni [Infantino]. Anda harus mengumumkan dua negara sekaligus. Umumkan kami lagi lain kali, dan umumkan negara lain setelah itu.”
Trump meyakini bahwa AS telah membuktikan kemampuannya menggelar event olahraga besar skala global melalui Piala Dunia 2026 yang sukses. “Berdasarkan angka-angka, kami akan memintanya lagi, segera,” tandasnya. Ia juga menolak argumen bahwa AS harus menunggu 32 tahun seperti yang terjadi antara 1994 hingga 2026. “Kita bisa menurunkan keterkejutan dengan mengumumkan kami dan negara lain secara bersamaan,” kata Trump menambahkan.
Namun, realitas di lapangan tidak seindah rencana Trump. FIFA telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan oleh tiga negara: Maroko, Spanyol, dan Portugal. Sementara itu, Arab Saudi sudah ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. AS bisa mengajukan diri untuk edisi 2038, tetapi apakah permohonan Trump akan dihargai? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah mengikuti dinamika sepak bola internasional selama lebih dari satu dekade, saya menilai langkah Donald Trump ini sebagai campuran antara politik strategis dan ambisi olahraga yang sangat jelas. Permohonannya untuk AS menjadi tuan rumah Piala Dunia lagi bukan sekadar iseng—ini adalah langkah untuk memperkuat posisi AS sebagai penguasa olahraga global, terutama setelah keberhasilan Piala Dunia 2026 yang melibatkan kolaborasi dengan Kanada dan Meksiko. Trump ingin memastikan AS tidak hanya menjadi tuan rumah sekali, tetapi menjadi simbol kekuatan ekonomi dan budaya yang tak terbantahkan.
Namun, ada yang perlu dipertanyakan dari logika Trump. Jika FIFA sudah mengumumkan Piala Dunia 2030 untuk Maroko, Spanyol, dan Portugal, serta Arab Saudi untuk 2034, maka permohonan AS untuk 2038 akan bersaing dengan negara-negara lain yang juga mengincar gelar ini. Apakah AS siap menghadapi persaingan dari negara-negara dengan tradisi sepak bola yang lebih kukuh seperti Brasil, Jerman, atau bahkan Arab Saudi yang kini sedang gencat menggalang dukungan melalui investasi besar-besaran?
Selain itu, ada dimensi politik yang tak bisa diabaikan. Trump sering menggunakan sorotan media untuk memperkuat narasi kepemimpinannya. Dengan meminta AS menjadi tuan rumah Piala Dunia, ia ingin menunjukkan bahwa AS masih mampu menggelar event internasional yang memukau, terutama di mata dunia politik dan ekonomi. Namun, apakah ini benar-benar untuk kepentingan olahraga, atau sekadar untuk memperkuat branding pribadinya? Saya rasa ini adalah pertanyaan yang harus diajukan kepada publik AS dan FIFA.
Terakhir, saya ingat bahwa Piala Dunia 2026 di AS justru menjadi sorotan karena keterlambatan infrastruktur dan kritik terhadap penggunaan energi fossil. Apakah AS benar-benar siap untuk mengulangi tantangan ini? Jika FIFA ingin menjaga integritas Piala Dunia, maka keputusan untuk memberikan hosting ke AS harus didasarkan pada kesiapan nyata, bukan sekadar retorika politik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan Piala Dunia berikutnya akan diselenggarakan?
A: Piala Dunia 2030 akan diadakan di Maroko, Spanyol, dan Portugal, sedangkan Arab Saudi akan menjadi tuan rumah 2034. - Q: Mengapa Donald Trump meminta AS menjadi tuan rumah Piala Dunia lagi?
A: Trump ingin memanfaatkan keberhasilan Piala Dunia 2026 di AS untuk memperkuat narasi kekuatan negara tersebut di kancah internasional, baik dari segi olahraga maupun politik. - Q: Apakah AS berpeluang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038?
A: AS bisa mengajukan diri untuk 2038, tetapi persaingannya akan sangat ketat dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola lebih kuat dan infrastruktur yang lebih matang.
BERITA TERKAIT

Tarif Naturalitas WNA Naik Jadi Rp75 Juta, WNI Lepas Kewarganegaraan Hanya Rp5 Juta – Apa Dampaknya?

Indonesia Siapkan BBM E10 2027, Target E20 2029: Apa Dampaknya bagi Industri dan Konsumen?
