Kisah Kuntilanak

Malam Kuntilanak

Malam Kuntilanak

Rumah sakit lama itu telah lama ditinggalkan, dengan dinding yang retak dan jendela yang pecah. Masyarakat sekitar menghindarinya karena kabar bahwa tempat itu dihantui oleh arwah-arwah yang tidak tenang.

Saya selalu penasaran dengan tempat-tempat angker seperti itu, jadi saya memutuskan untuk menyelidiki sendiri. Sore itu, saat matahari mulai terbenam, saya memasuki rumah sakit tersebut dengan hati yang berdebar. Udara di dalam sangat dingin dan berbau busuk, membuat saya merinding.

Saya menjelajahi setiap ruangan, mencari tanda-tanda kehidupan atau sesuatu yang aneh. Tiba-tiba, saya mendengar suara tangisan perempuan yang pelan. Saya mengikutinya dan menemukan sebuah ruangan yang sepertinya belum disentuh selama bertahun-tahun. Di tengah ruangan, ada sebuah tempat tidur yang masih terlihat baru, dengan seprai yang putih dan bersih.

Ketika saya mendekati tempat tidur, suara tangisan itu semakin keras. Saya melihat bayangan hitam di ujung tempat tidur, yang perlahan-lahan mengambil bentuk. Itu adalah seorang perempuan dengan wajah pucat dan rambut panjang yang kusut. Matanya merah menyala, dan dia memandang saya dengan ekspresi penuh dendam.

Saya tidak bisa bergerak atau berbicara, saya hanya bisa menatap ke arah makhluk itu yang semakin mendekat. Saya tahu bahwa itu adalah Kuntilanak, hantu perempuan yang meninggal saat melahirkan. Legenda mengatakan bahwa Kuntilanak mencari bayi untuk menggantikan anak yang telah meninggalkannya. Saya berharap saya tidak akan menjadi korban selanjutnya.

Saat Kuntilanak mendekati saya, saya merasakan dingin yang menjalar di seluruh tubuh. Saya berpikir bahwa ini akan menjadi akhir dari saya. Namun, tiba-tiba terdengar suara sirine polisi dari luar, membuat Kuntilanak menghilang begitu saja. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tetapi saya tahu bahwa saya harus segera keluar dari tempat itu sebelum Kuntilanak kembali.

Bikin temanmu merinding juga!

Bagikan cerita ini ke WhatsApp sebelum jam 12 malam.

Bagikan ke WhatsApp