Petugas Perlintasan Tertidur, Truk Nyaris Tertabrak KA Brantas: Warga Jadi Penyelamat di Kediri

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Petugas Perlintasan Tertidur, Truk Nyaris Tertabrak KA Brantas: Warga Jadi Penyelamat di Kediri
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Petugas jaga perlintasan di Simpang Mengkreng, Kediri, diduga tertidur sehingga palang tidak turun saat KA Brantas melintas.
  • Sebuah truk hampir menabrak kereta, namun warga setempat berhasil menghentikannya dan mengamankan jalur.
  • KAI Daop 7 Madiun mengakui kelalaian, menegaskan pembinaan dan evaluasi menyeluruh serta meminta maaf kepada publik.

Jumat malam, 22 Juli 2024 – Sekitar pukul 01.48 WIB, KA 152 Brantas yang beroperasi pada rute Pasarsenen‑Blitar melintas di JPL 303A KM 213+705, Jalan Kertosono‑Papar, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Palang perlintasan tidak turun karena petugas jaga perlintasan diduga tertidur, memaksa warga yang berada di lokasi untuk mengambil alih pengamanan.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok warga berusaha menutup arus kendaraan, sambil menggedor pos jaga untuk membangunkan petugas yang tidak responsif. Pada saat yang sama, sebuah truk hampir menembus rel ketika kereta melintas. Beruntung, warga berhasil menghentikan truk tersebut tepat sebelum tabrakan terjadi.

Kereta tetap melaju tanpa gangguan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. KAI Daop 7 Madiun mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa petugas tidak menjalankan prosedur pengamanan standar, sehingga palang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari awak kereta, pihaknya segera berkoordinasi dengan PPKA Kertosono, Unit Jalan dan Jembatan (JJ) 7.3 Kertosono, serta petugas pengamanan. "Petugas yang bersangkutan kemudian melanjutkan tugas dengan pengawasan dan pendampingan langsung dari petugas Unit JJ 7.3 Kertosono guna memastikan pengamanan perlintasan berjalan sesuai prosedur," ujar Tohari.

Tohari juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menegaskan bahwa KAI tidak mentolerir pelanggaran prosedur operasional yang dapat menimbulkan risiko keselamatan. "Kami akan memperkuat pembinaan, pengawasan, dan disiplin petugas perlintasan agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.

Analisis Pakar

Insiden ini mengungkap celah kritis dalam sistem pengamanan perlintasan kereta api yang selama ini dianggap cukup aman. Meskipun teknologi palang otomatis sudah tersedia, ketergantungan pada manusia sebagai garda terdepan tetap menjadi titik lemah. Ketidakhadiran atau kelalaian petugas dapat menimbulkan konsekuensi fatal, seperti yang hampir terjadi di Kediri.

Dari perspektif manajemen risiko, KAI seharusnya mengimplementasikan mekanisme redundansi—misalnya sensor yang otomatis menurunkan palang ketika kereta terdeteksi, terlepas dari status petugas. Kebijakan “human‑in‑the‑loop” harus dipadukan dengan sistem otomatis yang dapat mengambil alih bila ada indikasi kegagalan manusia.

Selain itu, respons cepat warga menunjukkan pentingnya edukasi keselamatan lintas jalan. Namun, mengandalkan inisiatif warga bukanlah solusi jangka panjang. Pemerintah daerah dan KAI perlu menegakkan standar operasional yang lebih ketat, termasuk rotasi shift petugas, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pelatihan kebugaran mental untuk mencegah kelelahan.

Terakhir, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci. KAI harus mempublikasikan hasil audit internal serta langkah konkret yang diambil setelah insiden. Tanpa itu, kepercayaan publik akan terus tergerus, dan potensi kecelakaan serupa akan tetap mengintai.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa palang perlintasan tidak turun saat KA Brantas melintas?
    A: Palang tidak turun karena petugas jaga perlintasan diduga tertidur dan tidak mengaktifkan mekanisme penurunan.
  • Q: Apakah ada korban dalam insiden ini?
    A: Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka; kereta tetap melaju dengan selamat.
  • Q: Apa tindakan KAI setelah kejadian?
    A: KAI Daop 7 Madiun melakukan pembinaan ulang petugas, meningkatkan pengawasan, dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan perlintasan.