Changan Siapkan 15 Model Elektrifikasi: Revolusi Mobil Listrik di Indonesia!
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Ringkasan Singkat
- Changan akan meluncurkan 15 model elektrifikasi baru di Indonesia, meliputi BEV, HEV, PHEV, dan REEV.
- Model ketiga Deepal S05 diumumkan dengan tiga varian, harga promo untuk 500 pembeli pertama, dan pengiriman mulai Agustus.
- Varian BEV mengusung baterai 68,8 kWh (470 km NEDC) dan varian REEV menggabungkan baterai 27,28 kWh dengan generator bensin 1.5 L (170 km listrik murni).
Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Selasa (21/7), Zhou Qing, Wakil Presiden Changan Auto Asia Tenggara, mengumumkan ambisi ganda: memperluas jajaran produk dengan 15 model elektrifikasi tanpa batas waktu peluncuran. Empat platform teknologi – Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug‑in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Range‑Extended Electric Vehicle (REEV) – akan menjadi fondasi strategi ekspansi Changan di pasar yang masih muda namun potensial. Upaya ini sejalan dengan inisiatif pemerintah untuk mengembangkan transportasi nol emisi.
Sebelumnya, Changan hanya menancapkan dua model berteknologi BEV dan REEV di Indonesia. Kini, HEV dan PHEV akan masuk, menandai langkah pertama mereka dalam segmen hibrida. Meskipun detail teknis belum dirilis, ekspektasi pasar mengarah pada sistem powertrain yang menggabungkan motor listrik berdaya tinggi dengan mesin pembakaran internal yang dioptimalkan untuk efisiensi.
Peluncuran Deepal S05 menjadi batu loncatan. SUV ini hadir dalam tiga varian: BEV Plus (Rp509 juta), BEV Max (Rp539 juta), dan REEV Max (Rp599 juta) – semua dengan harga promo untuk 500 pembeli pertama. Harga normal masing‑masing naik sekitar Rp20 juta. Sekitar 300 unit sudah dipesan sejak Juni, dan distribusi dijadwalkan mulai awal Agustus.
Varian BEV mengandalkan paket baterai 68,8 kWh, menghasilkan tenaga puncak 200 kW (≈272 hp) dan torsi 290 Nm, dengan jangkauan 470 km menurut standar NEDC. Sementara varian REEV memadukan baterai 27,28 kWh dengan mesin bensin 1.500 cc berfungsi sebagai generator, menghasilkan total daya 160 kW (≈215 hp) dan torsi 320 Nm. Mode listrik murni mampu menempuh 170 km (NEDC), dan Changan mengklaim kombinasi total dapat melampaui 1.100 km – meski tanpa standar pengujian yang jelas.
Analisis Pakar
Strategi Changan untuk menembus pasar Indonesia dengan 15 model elektrifikasi sekaligus merupakan langkah yang berani namun berisiko. Dari perspektif teknis, diversifikasi ke HEV dan PHEV menandakan pemahaman bahwa infrastruktur pengisian masih terbatas, sehingga konsumen membutuhkan fleksibilitas jarak tempuh. Namun, keberhasilan implementasi bergantung pada kualitas integrasi sistem hibrida – terutama kontrol motor‑generator, manajemen termal, dan kalibrasi mesin pembakaran untuk meminimalkan emisi.
Model Deepal S05 menunjukkan bahwa Changan tidak sekadar mengandalkan baterai besar, melainkan juga mengoptimalkan paket REEV. Baterai 27,28 kWh memang terkesan kecil bila dibandingkan dengan BEV, namun dengan generator 1,5 L yang beroperasi pada titik beban optimal, efisiensi bahan bakar dapat tetap kompetitif. Tantangannya terletak pada keandalan sistem hybrid selama siklus hidup panjang, termasuk keausan generator dan sistem pendingin yang harus tahan pada iklim tropis Indonesia.
Harga promo untuk 500 pembeli pertama adalah taktik pemasaran yang umum, namun harus diimbangi dengan jaringan layanan purna jual yang kuat. Tanpa dealer yang terlatih dalam perawatan kendaraan listrik, terutama REEV yang memadukan sistem listrik dan mesin internal, risiko kepuasan konsumen dapat meningkat. Changan harus segera membangun pusat layanan khusus, melatih teknisi, dan memastikan ketersediaan suku cadang, terutama modul baterai dan inverter.
Terakhir, klaim jangkauan gabungan >1.100 km tanpa menyebut standar pengujian menimbulkan pertanyaan tentang realisme angka tersebut. Jika mengacu pada WLTP atau EPA, angka itu biasanya lebih rendah. Konsumen yang cerdas akan menuntut transparansi, dan regulator Indonesia mungkin akan menuntut standar pengujian yang konsisten. Changan harus siap menyediakan data uji yang dapat diverifikasi untuk menghindari potensi backlash. Hal ini juga relevan bagi bisnis Indonesia yang bergantung pada kestabilan nilai tukar.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan Changan akan meluncurkan model HEV dan PHEV di Indonesia?
A: Tidak ada jadwal resmi yet; perusahaan hanya menyatakan rencana umum tanpa tenggat waktu. - Q: Berapa jarak tempuh sebenarnya dari varian REEV Deepal S05?
A: Mode listrik murni mencapai 170 km (NEDC); total kombinasi diklaim lebih dari 1.100 km, namun standar pengujian tidak diungkap. - Q: Apakah Deepal S05 akan diproduksi secara lokal di Indonesia?
A: Saat ini diimpor dari Thailand, namun Changan tidak menutup kemungkinan produksi lokal di masa depan.
BERITA TERKAIT

Truk Sampah ke Bantargebang Turun Drastis: Gubernur DKI Klaim Pilah Sampah Jadi Penyelamat Lingkungan

Serbuan Merah Putih di China Open 2026: Fajar/Fikri dan Jonatan Christie Siap Guncang Babak 32 Besar!
