Argentina Gegerkan! Paredes Meledak, Cekik Garcia, dan Nyaris Hajar Gavi Usai Kekalahan Pedas dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- Argentina tumbang 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 setelah gol dramatis Ferran Torres di menit 106.
- Leandro Paredes kehilangan kendali, mencabuli Rodri, mencekik Eric Garcia, dan nyaris memukul Gavi hingga terjungkal ke rumput.
- Enzo Fernandez dipastikan keluar dengan kartu merah di injury time karena menjegal Pau Cubarsi.
New Jersey, 20 Juli 2026 – Dalam sebuah final yang penuh dengan dramatisme dan emosi, Spanyol berhasil merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan skor 1-0 atas Argentina. Namun, bukanlah kemenangan yang disambut dengan baik oleh sang runner-up. Semangat kampeonan Argentina runtuh bukan hanya karena kekalahan, tetapi juga karena perilaku tak terkendali Leandro Paredes yang mendapat sorotan negatif usai pertandingan.
Gol tunggal Spanyol tercetak pada menit ke-106 melalui Ferran Torres, pemain pengganti yang menjadi pahlawan dalam momen terberkini. Sejak awal, Spanyol sudah mendominasi penguasaan bola dan menciptakan peluang-peluang berbahaya. Argentina justru terlihat kewalahan, bahkan hampir tidak berani menyerang. Ketidakmampuan untuk menjawab membuat frustrasi mulai menyerang jiwa para pemain Albiceleste.
Setelah peluit panjang, Nahuel Molina terlihat menantang Rodri secara terbuka. Tapi baru itu, Paredes mencuatkan sikap agresifnya. Ia mendorong lalu mencekik Eric Garcia di tengah keributan. Situasi semakin panas ketika Gavi ikut terlibat. Paredes kemudian mendorong pemain Barcelona itu hingga nyaris memukulnya, membuat Gavi terjungkal ke rumput. Scaloni langsung turun untuk menengahi, tetapi api konflik belum bisa dipadamkan.
Di dalam lapangan, ketegangan juga mulai memanas sejak Paredes melanggar Rodri. Dani Olmo pun terdorong hingga jatuh. Tapi puncaknya adalah ketika Enzo Fernandez dikartu merah karena menjegal Pau Cubarsi hingga jungkir balik di injury time babak kedua. Argentina tak hanya kehilangan gelar, tetapi juga kehormatan karena perilaku terorganisir yang buruk.
Analisis Pakar
Final Piala Dunia 2026 ini adalah bukti nyata bahwa tak hanya takti, tapi juga mentalitas yang menjadi kunci kemenangan. Spanyol datang dengan rencana matang, menekan Argentina lewat kontrol bola dan pressing tinggi. Mereka tidak takut bermain bertahan, bahkan justru menciptakan peluang melalui serangan balik. Hal ini sangat kontras dengan Argentina yang terlalu tergantung pada individu, padahal Messi sudah tidak lagi di usia muda. Scaloni terlalu pasif dalam mengatur tim, sehingga pemain seperti Paredes justru kehilangan kendali.
Saya kagum dengan ketahanan mental Spanyol. Mereka tidak gentar menghadapi tekanan dari Argentina yang memiliki basis penggemar besar di seluruh dunia. Dengan pemain seperti Rodri, Gavi, dan Torres, Spanyol membuktikan bahwa generasi muda mereka sudah siap menggantikan era Xavi-Iniesta. Sementara Argentina, kembali ke jalan yang sama seperti di final 2014 – terlalu bergantung pada satu orang, lalu hancur ketika strategi itu gagal.
Perilaku Paredes ini adalah tanda peringatan bagi tim nasional. Jika tidak diendahkan, bisa jadi Argentina akan kehilangan martabat karena sikap tak terkendali seperti ini. Saya khawatir, mentalitas kampeonan Argentina sudah terkikis. Mereka butuh pemimpin yang bisa menyeimbangkan antara semangat kompetitif dan sikap sportif. Tanpa itu, Argentina akan terus kehilangan bukan cuma gelar, tetapi juga rasa hormat dari dunia sepak bola.
Spanyol berhak jadi juara. Mereka bermain dengan disiplin, teknik, dan mental yang kuat. Gelar ini adalah milik mereka yang sudah lama dirindukan sejak 2010. Tapi saya yakin, Argentina akan bangkit. Karena bukan cuma soal satu final, tapi soal sejarah panjang yang tak bisa diabaikan. Tapi kali ini, Spanyol yang menulis nama mereka sebagai sang juara.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa yang mencetak gol Spanyol di final Piala Dunia 2026?
A: Gol Spanyol dicetak oleh Ferran Torres pada menit ke-106 melalui tendangan dramatis. - Q: Apa penyebab kehilangan kendali Leandro Paredes?
A: Paredes kehilangan kendali karena frustrasi akibat kekalahan Argentina dan tekanan emosional dari pertandingan yang sangat ketat. - Q: Apakah Spanyol sudah pernah menjadi juara Piala Dunia sebelumnya?
A: Ya, Spanyol sudah pernah menjadi juara Piala Dunia pada 2010 sebelum kali ini.
BERITA TERKAIT

Krisis Air Bersih di Gaza Memuncak Saat Musim Panas: Warga Terancam Krisis Kesehatan

NasDem Targetkan Garda Pemuda Bawa Partai ke Peringkat Tiga di Pemilu 2029
