Dari Golden Ticket D'Academy sampai Jadi MUA Terkenal: Kisah Ari Izam yang Bikin Netizen Bilang 'Wah, Ini yang Kita Butuhin!'
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Ringkasan Singkat
- Ari Izam pernah dapat golden ticket D'Academy 4 tapi mundur demi janji MUA ke klien.
- Perjalanan dari mahasiswa komputer jadi influencer kecantikan dengan jutaan pengikut.
- Kini memiliki merek kosmetik 'Viral Beauty' dan platform 'muamua.app' setelah 15 tahun pengalaman.
Ari Izam—nama yang kini tak pernah lepas dari sorotan dunia kecantikan di Indonesia. Tapi tahukah kamu, sang makeup artist super hits ini pernah sempat di ambang kesuksesan di panggung dangdut? Di tahun 2017, Ari berhasil mengantar dirinya ke D'Academy 4 dan bahkan mendapat golden ticket usai tampil di depan juri seperti King Nassar, Beniqno, dan Inul Daratista. Sayangnya, mimpi tampil di panggung besar itu harus ia uruskan demi menepati janji dengan klien yang sudah membayar uang muka tiga bulan sebelumnya.
Nggak sampai disitu, Ari justru memilih untuk fokus pada dunia makeup artist sejak 2011. Meski awalnya hanya seorang mahasiswa sarjana komputer, ia menemukan passionnya di dununya tata rias. Dulu, ia bilang bisa dapat Rp300 ribu cuma dari satu pekerjaan makeup—jauh lebih menguntungkan daripada jadi MC seharian yang cuma dapat Rp200 ribu. Komitmen belajar dan terus mengasah skill membawanya ke level profesional, bahkan ia rela kursus ke Jakarta dan ikut berbagai workshop demi menguasai seni ini.
Keberhasilannya mencuatkan namanya ke publik ketika video makeup 'nenek jadi gadis muda' viral di YouTube pada 2020. Video itu dengan judul "NENEK VIRAL!! Umur 60 TAHUN Jadi PENGANTIN (SUPER CANTIK) Umur 20 Tahun!" justru menorehkan lebih dari 1,6 juta views. Meski ada yang protes, Ari tetap santai dan fokus pada kualitas hasil karyanya. Ia juga mengungkap trik rahasianya: pakai lem kertas toxic free untuk alis dan correcting base untuk menyamarkan flek hitam. Skill ini disebut-sebut sebagai 'skill dewa' karena hasilnya yang 'manglingi'.
Kini, Ari bukan cuma dikenal sebagai MUA, tapi juga pendiri merek kosmetik premium Viral Beauty dan platform muamua.app. Dengan lebih dari 1,8 juta pengikut di medsos, ia juga sering diundang mengadakan kursus dan merias klien dari seluruh Indonesia. Dari sekadar pegawai MUA yang sempat hanya bisa impan mobil listrik dan MPV premium, kini Ari sudah bisa menjadikannya milik sendiri. Kesuksesannya ini tentu bukti bahwa kerja keras dan konsistensi bisa mengubah hidup.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat budaya pop, saya lihat kisah Ari Izam sebagai representasi dari era di mana passion dan kemampuan bisa menjadi kunci utama. Di mata banyak orang, mungkin keputusan Ari untuk mundur dari D'Academy 4 itu terdengar 'menyakitkan'. Tapi justru di situlah kita bisa belajar tentang integritas dan tanggung jawab. Ia menolak untuk mengkhianati janji dengan klien demi mimpi yang mungkin tak akan pernah jadi kenyataan. Ini justru hal yang jarang kita lihat di dunia hiburan yang seringkali 'segera ambil kesempatan'.
Keberhasilannya pun tidak datang secara instan. Ari menunjukkan bahwa konsistensi dan kesiapan untuk belajar adalah fondasi utama. Dari awal yang sederhana, ia rela keluar dari zona nyaman demi menggapai impian. Ini mengingatkan kita bahwa di era digital seperti sekarang, konten kreatif seperti makeup bisa jadi 'ladang emas' jika diurus dengan serius. Video viral-nya justru membuktikan bahwa kreativitas dan keberanian untuk bereksperimen bisa menjadi 'konten magnet' yang menarik perhatian global.
Namun, di balik kesuksesan itu, ada tantangan tersendiri. Ari harus menghadapi kritik negatif dari netizen, terutama terkait video makeup yang 'membuat wajah nenek mirip gadis muda'. Ini menunjukkan bahwa di dunia hiburan, tidak semua yang viral pasti disukai. Tapi justru di situlah Ari menunjukkan kematangan—ia bisa menerima kritik dengan bijak tanpa kehilangan fokus pada kualitas karyanya. Ini adalah trait penting bagi siapa pun yang ingin bertahan di industri yang penuh persaingan ketat.
Tidak ketinggalan, Ari juga memperlihatkan betapa pentingnya adaptasi di era digital. Dengan memanfaatkan YouTube sejak 2014, ia berhasil membangun komunitas yang loyal. Meski awalnya pendapatan dari adsense tidak besar, ia terus konsisten mengunggah konten. Ini mengajarkan kita bahwa keberhasilan di dunia digital bukan cuma soal 'viral', tapi juga tentang konsistensi dan kemampuan membangun jaringan yang kuat. Kini, ia sudah bisa memiliki merek sendiri dan platform yang mendukung para profesional kecantikan lainnya. Ini adalah bukti bahwa passion yang diurus dengan baik bisa menjadi fondasi bisnis yang berkelanjutan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Ari Izam mundur dari D'Academy 4?
A: Ia memilih untuk menepati janji dengan klien MUA yang sudah membayar uang muka tiga bulan sebelumnya. - Q: Apa trik rahasia makeup Ari Izam?
A: Ia menggunakan lem kertas toxic free untuk alis dan correcting base untuk menyamarkan flek hitam. - Q: Apa itu muamua.app?
A: Platform yang didedikasikan untuk para profesional kecantikan, dirikan oleh Ari Izam setelah 15 tahun pengalaman di bidang MUA.
BERITA TERKAIT

Anggaran MBG Dipangkas 15%: Dampak Besar bagi Fiskal dan Penerima Manfaat

Drama 'Overdo' Bikin Heboh! Sutradara Dikecam Pedas, Fans Bersuara Bersuara!
