YeePay Solusi Pembayaran B2B Maskapai: Kurangi Biaya Transaksi dan Percepat Transformasi NDC

YeePay menggebrak lanskap industri penerbangan global dengan meluncurkan pendekatan baru dalam proses pembayaran pesanan B2B maskapai di ajang IATA World Travel & Tourism (WFS & WPS) 2026. Acara yang digelar di Galaxy International Convention Center, Makau, pada 28โ29 Oktober ini menjadi panggung bagi perusahaan fintech asal Tiongkok tersebut untuk mempresentasikan Global Corporate Account, sebuah solusi terintegrasi yang dirancang khusus untuk distribusi sektor penerbangan dan pariwisata. Kehadiran ini menandai upaya serius dalam mengatasi hambatan struktural yang selama ini membebani maskapai, khususnya terkait efisiensi biaya transaksi dan fleksibilitas penyelesaian dana lintas negara.
Dalam forum layanan pembayaran IATA, Yu Chen, Co-Founder YeePay, memaparkan materi bertajuk "China's Unique Airline B2B Order Payment Ecosystem". Ia mengidentifikasi bahwa tantangan utama di era New Distribution Capability (NDC) tidak hanya terletak pada distribusi, tetapi juga pada sistem pembayarannya. Data yang diungkap menunjukkan bahwa industri penerbangan global menghabiskan hingga US$22 miliar setiap tahun hanya untuk biaya pembayaran. Angka tersebut dinilai sangat signifikan karena mengurangi hampir separuh keuntungan yang dihasilkan maskapai dari setiap penumpang, sebuah tekanan biaya yang perlu diatasi dengan teknologi pembayaran yang lebih presisi dan efisien.
Keunggulan Teknologi Real-Time dan Manajemen Arus Kas
Solusi pembayaran B2B berbasis akun dari YeePay menawarkan mekanisme pemrosesan transaksi secara real-time untuk setiap pesanan. Berbeda dengan model konvensional yang sering melibatkan pembayaran di muka atau penundaan penyelesaian dana, sistem ini mengeliminasi friksi tersebut dengan dukungan data transaksi yang komprehensif dan fitur konversi valuta asing otomatis. Kemampuan ini memungkinkan penyelesaian transaksi yang mencakup seluruh siklus hidup pesanan, mulai dari pembayaran awal, pengembalian dana, hingga perubahan tiket dan layanan tambahan. Efisiensi ini didukung oleh pengalaman lebih dari 20 tahun YeePay dalam melayani industri penerbangan, yang kini diterjemahkan menjadi fitur manajemen risiko, kepatuhan regulasi, serta optimasi arus kas yang lebih baik bagi maskapai, agen perjalanan daring (OTA), dan agen wisata.
Fleksibilitas solusi ini semakin ditegaskan oleh cakupan jaringan global YeePay. Fitur-fitur unggulan yang ditawarkan antara lain:
- Penyelesaian transaksi real-time tanpa persyaratan pembayaran di muka.
- Pendanaan lintas negara melalui lebih dari 200 negara dan wilayah.
- Dukungan untuk lebih dari 100 mata uang asing secara otomatis.
- Skema penyelesaian transaksi bank yang fleksibel dan dapat disesuaikan.
Keterjangkauan dalam puluhan mata uang dan ratusan yurisdiksi ini menjadi kunci bagi maskapai yang ingin memperluas bisnis ke pasar dengan pembatasan valuta asing yang ketat, yang dianggap memiliki potensi besar untuk mengadopsi solusi ini secara luas.
Dampak Strategis terhadap Transformasi Distribusi NDC
YeePay menargetkan kolaborasi dengan berbagai maskapai, mulai dari berbiaya rendah hingga layanan penuh, untuk menjawab tantangan industri di tengah transformasi distribusi dan ritel. Fokus kemitraan ini mencakup penyempurnaan penyelesaian transaksi lintas negara, rekonsiliasi pesanan, dan pengendalian biaya secara hulu. Dengan memecahkan persoalan lama dalam penyelesaian transaksi B2B, YeePay berupaya membuka akses maskapai ke jaringan pendanaan global, termasuk penetrasi ke pasar distribusi Tiongkok. Langkah strategis ini tidak hanya sekadar menawarkan fitur pembayaran, tetapi juga bertujuan untuk mempercepat transformasi digital ekosistem perjalanan global secara menyeluruh, menjadikan efisiensi operasional maskapai sebagai pendorong utama pertumbuhan industri di masa depan.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Ketidakpastian Pasokan iPhone Duo: Rantai Distribusi Apple Terhimpit Lonjakan Permintaan AI

Google Resmikan Dreambeans di India, Ekspansi Global Pertama untuk Cerita AI Personal

Moffett AI Dongkrak Pendanaan Rp2,1 Triliun untuk Percepatan Inovasi Chip Inferensi AI di China
