Serangan Siber Hantam Ratusan Supermarket Belgia, Suhu Pendingin Naik 50°C dan Makanan Rusak

Polisi Belgia mengonfirmasi adanya peretasan siber yang mengancam keamanan pangan, di mana penyerang berhasil mengambil alih kendali unit pendingin di ratusan toko jaringan supermarket Delhaize. Insiden ini menyebabkan lonjakan suhu ekstrem hingga 50 derajat Celcius, memicu kebakaran, dan mengakibatkan kerusakan pada stok makanan serta pembekuan yang ada di dalam lemari es.
Dampak dari gangguan siber ini terasa nyata di lapangan, terutama di toko Delhaize Shop & Go yang terletak di Linkebeek, dekat Brussels. Pelanggan yang berkunjung pada Senin (2/11/2026) mendapati etalase pendingin dalam kondisi kosong, disertai pemberitahuan pada layar bahwa lemari es sedang tidak beroperasi sementara waktu. Kejadian ini menunjukkan bagaimana kerentanan infrastruktur siber dapat langsung berdampak pada ketersediaan bahan pangan pokok.
Kronologi Gangguan Sistem dan Dampak pada Jaringan
Juru bicara Delhaize, Sarah De Meester, membenarkan bahwa perusahaan menyadari adanya peningkatan suhu yang signifikan pada sistem pendingin mereka. Saat ini, pihak perusahaan tengah menyelidiki insiden tersebut untuk mengidentifikasi akar permasalahan. Sistem pendingin ini ternyata tidak hanya terganggu pada satu operator saja, melainkan meluas ke jaringan waralaba lainnya. Juru bicara Colruyt Group yang mengoperasikan toko Spar di Belgia turut mengonfirmasi bahwa lima toko mereka mengalami serangan pada sistem pendingin, menunjukkan skala insiden yang lebih luas dari sekadar satu jaringan utama.
Investigasi Teknis dan Respons Pihak Terkait
Menurut Stephan Moelans, CEO perusahaan pendingin Belgia Sabcobel yang mengoperasikan sistem Delhaize, insiden ini merupakan serangan siber yang menggeser evaporator unit ke mode pencairan es secara paksa. Penjelasan ini mengindikasikan adanya manipulasi teknis pada sistem kontrol lingkungan, bukan sekadar kegagalan daya listrik biasa. Kantor Moelans menolak memberikan komentar lebih lanjut ketika dihubungi oleh Reuters. Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai siapa pelaku serangan siber ini, kejadian ini meningkatkan kekhawatiran akan keamanan siber infrastruktur logistik makanan di Eropa, terutama di wilayah Belgia dan Luksemburg.
BERITA TERKAIT (Teknologi)

Ketidakpastian Pasokan iPhone Duo: Rantai Distribusi Apple Terhimpit Lonjakan Permintaan AI

Google Resmikan Dreambeans di India, Ekspansi Global Pertama untuk Cerita AI Personal

Moffett AI Dongkrak Pendanaan Rp2,1 Triliun untuk Percepatan Inovasi Chip Inferensi AI di China
