Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

New York Times Gugat Browser Brave: Dituduh Menerima dan Menjual Konten Curian untuk Melatih AI

TeknologiFitriani NingsihFitriani NingsihSumber: TechCrunch AI & The Verge AI
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

New York Times Gugat Browser Brave: Dituduh Menerima dan Menjual Konten Curian untuk Melatih AI
BAGIKAN:

New York Times secara resmi mengajukan gugatan hukum terhadap Brave, perusahaan browser yang berfokus pada privasi, pada Senin. Gugatan yang diajukan di pengadilan federal Manhattan ini menuduh perusahaan tersebut telah mengumpulkan (scraping) konten berhak cipta dari outlet media tersebut dan mengedarkannya secara ilegal kepada perusahaan kecerdasan buatan (AI) seperti Anthropic, Perplexity, Mistral, xAI, dan Cohere. Langkah ini diambil setelah Times sebelumnya juga menggugat OpenAI dan Perplexity atas klaim serupa, memperkuat posisi mereka sebagai entitas yang 'menerima, menjual, dan mendistribusikan konten berhak cipta yang dicuri' untuk kebutuhan industri AI.

Bukan hanya soal distribusi data, gugatan tersebut juga menyoroti fitur browser Brave yang memungkinkan pengguna melewati paywall (tembok pembayaran berita) serta praktik perusahaan yang memblokir iklan publisher sambil menjual iklan mereka sendiri. Menurut dokumen hukum, Times menduga Brave membangun indeks lebih dari 30 miliar halaman web menggunakan crawler yang tidak diidentifikasi, sehingga membuat penerbit tidak dapat memblokir aktivitas pengumpulan data tersebut. Pendiri browser sejak 2015 ini diketahui telah menghimpun dana sekitar 250 juta dolar AS hingga saat ini.

Tiga Media Besar Turut Bergabung Mengajukan Gugatan Serupa

Selain New York Times, tiga media berita besar lainnya, yaitu Daily News, Chicago Tribune, dan Orlando Sentinel, secara terpisah juga mengajukan gugatan serupa terhadap Brave pada hari yang sama. Seluruh gugatan ini menyoroti praktik scraping ilegal untuk melatih model AI serta mekanisme bypass paywall yang dinilai merugikan penerbit secara finansial. Para penggugat menuntut agar pengadilan menerbitkan injungsi (perintah penghentian) dan meminta kompensasi kerugian (damages) atas pelanggaran hak cipta yang telah terjadi.

Posisi Strategis Brave dalam Ekosistem Data AI dan Respons Hukum

Dalam keterangannya, Times menggunakan metafora bahwa Brave bertindak seperti 'paling gembok' (fence) AI yang menjual konten curian kepada pihak ketiga, sekaligus pencuri yang menguras aset digital penerbit. Hingga berita ini diturunkan, Brave belum memberikan tanggapan resmi atau komentar yang dapat diverifikasi mengenai dakwaan-dakwaan tersebut. Sengketa ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik antara teknologi browser pihak ketiga, penerbit media tradisional, dan raksasa AI yang bergantung pada akses data publik secara masif untuk pengembangan algoritma mereka.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸