Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BMKG Prakirakan 21 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Selasa, Angin Kencangancam Banten

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNN Teknologi
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

BMKG Prakirakan 21 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Selasa, Angin Kencangancam Banten
BAGIKAN:

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 1-3 November 2026, dengan fokus utama pada prakiraan Selasa (3/11). Sejumlah 21 daerah diprediksi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, berstatus Waspada, sementara tiga wilayah lain mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dengan status Siaga. Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi genangan dan gangguan aktivitas akibat cuaca tersebut.

Daftar 21 wilayah dengan status Waspada ini tersebar dari Sumatra hingga Papua.

  • Sumatra & Kalimantan: Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
  • Jawa, Bali, & Nusa Tenggara: Banten, DI Yogyakarta.
  • Indonesia Timur: Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Tiga wilayah tambahan, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Jawa Barat, terdeteksi memiliki potensi hujan lebih deras dengan status Siaga. Namun, tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori Awas (hujan ekstrem).

Dinamika Atmosfer dan Faktor Pemicu Curah Hujan

Prakiraan dasarian I November 2026 menunjukkan mayoritas wilayah Indonesia (67,62%) didominasi curah hujan kategori menengah, dengan kategori rendah 30,57% dan tinggi 1,81%. Hujan lebat harian dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer dan pola pertemuan angin. Secara spesifik, penjalaran Madden-Julian Oscillation (MJO) memengaruhi wilayah barat dan selatan Indonesia, sementara gelombang Kelvin aktif di wilayah timur. Kombinasi ini menciptakan kondisi atmosfer labil yang mendukung pertumbuhan awan hujan di zona pertemuan massa udara.

Selain fenomena atmosfer tersebut, kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman dan pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna turut mengubah pola angin regional. Kedua sistem ini membentuk zona perlambatan dan pertemuan angin, yang secara langsung memicu potensi hujan disertai kilat, petir, serta angin kencang yang secara khusus diperingatan untuk wilayah Banten.

Implikasi bagi Wilayah Beresiko Tinggi

Bagi wilayah dengan status Waspada dan Siaga, warga diminta mengantisipasi risiko banjir dan tanah longsor, terutama di daerah lereng dan bantaran sungai. Kategori curah hujan rendah di Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian Sulawesi dan Maluku tidak mengesampingkan potensi hujan lebat harian. Pengendara dan aktivitas luar ruangan di Banten harus ekstra hati-hati terhadap dampak angin kencang yang dapat mengganggu stabilitas kendaraan dan infrastruktur ringan selama periode 1-3 November 2026.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸