Veda Ega Pratama Peroleh Podium Moto3 Malaysia, Hiroshi Aoyama Gerah Haru
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Performa gemilang Veda Ega Pratama di Sirkuit Sepang, Malaysia, sukses menempatkan pebalap muda Indonesia ini di posisi kedua dalam balapan Moto3 2026. Keberhasilan start dari posisi kedelapan dan merangsek ke barisan depan hingga finis runner-up mencatatkan capaian terbaik bagi karier Veda di kelas tersebut. Prestasi ini memicu reaksi emosional dari manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, yang terlihat menangis haru saat menyambut Veda di area parc ferme, momen yang terekam jelas di berbagai media sosial dan menjadi perbincangan hangat.
Dominasi Jalur Balap dan Tanggapan Manajer Tim
Proses menuju podium bukanlah perjalanan yang mulus; Veda beberapa kali disalip oleh para pesaing seperti Alvaro Carpe, Hakim Danish, dan David Almansa. Namun, kemampuan Veda untuk terus melakukan manuver salip-balik menunjukkan karakter pembalap yang tangguh dan pantang menyerah. Reaksi Hiroshi Aoyama, mantan pebalap MotoGP, mencerminkan kebanggaan mendalam terhadap perkembangan cepat sang rookie. Aoyama tampak kesulitan membendung emosi positifnya, mengedipkan mata, dan menyeka air mata sambil berjalan menuju area selamat datangnya Veda. Momen personal ini memperkuat ikatan emosional antara kru tim dan pebalap di balik performa lapangan yang impresif.
Dampak Statistik dan Respons Publik
Dari sisi data balapan, Veda finis dengan selisih 0,374 detik dari pemenang Maximo Quiles yang mencatat waktu 33 menit 07,634 detik. Hasil ini memberikan tambahan 20 poin, mengantarkan total poin Veda menjadi 131 poin dalam klasemen. Di sisi lain, Quiles semakin menguatkan posisi teratas dengan koleksi 376 poin. Sorotan publik Indonesia berdenyut kuat di media sosial, dengan nama "Veda" masuk dalam kategori tren utama di platform X. Warganet memuji kinerja Veda sebagai satu-satunya pebalap Honda yang mampu bersaing di barisan depan melawan dominasi KTM, serta mengaitkan kebanggaan dengan asal usul pebalap tersebut dari Gunungkidul.
Veda Ega sendiri mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam, menekankan bahwa kehadiran keluarga besar, termasuk orang tua dan saudaranya, membuat podium di Sepang terasa lebih istimewa. Ia juga menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi pembalasan atas penyesalan sebelumnya saat tidak dapat berbalapan di Phillip Island padahal berhasil meraih pole position. Dengan settingan motor yang kini mulai cocok di akhir musim, fokus beralih ke antisipasi tantangan di musim kompetisi berikutnya, sementara kemenangan Marc Marquez di kelas MotoGP pada hari yang sama menegaskan bahwa cuaca dan kondisi lintasan Sepang mampu menghasilkan performa maksimal bagi para pembalap di berbagai kelas.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Jack Miller Kritik Keputusan MotoGP Qatar, Sebut Mayoritas Pembalap Tidak Ingin Ikut Balapan

MotoGP 2026: Duel Marquez vs Martin, Acosta & Bezzecchi Masih Buka Peluang

Panas di Liga Champions: MU Siap Sambut AS Roma, Sang Raksasa yang Tak Ternodai di Serie A
