Veda Ega Gores Sejarah Baru di Sirkuit Sepang, Hiroshi Aoyama Puji Performa 'Fantastis' Pembalap Muda Indonesia
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Perjalanan Veda Ega Pratama di musim perdana kejuaraan dunia Moto3 2026 mencatatkan hasil signifikan dengan berakhirnya balapan Malaysia di Sirkuit Sepang sebagai momen kebangkitan. Pebalap muda berusia 17 tahun ini sukses finis di posisi kedua, tepat di belakang Maximo Quiles, sekaligus meraih pencapaian tertinggi di musim ini. Keberhasilan ini tidak hanya datang dari hasil akhir, tetapi juga dicatat oleh manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, yang memberikan pujian setinggi langit atas penampilan agresif dan strategis Veda di lintasan legendaris tersebut.
Pujian Aoyama dan Emosi di Parc Ferme
Hiroshi Aoyama secara terbuka memuji kinerja dua pembalap Honda yang tampil luar biasa dalam memperebutkan poin penting. "Veda bersaing di kelompok terdepan sejak awal dan mengendalikan jalannya balapan dengan sangat baik hingga akhir," ujar Aoyama. Ia menambahkan bahwa di beberapa lap terakhir, Veda berhasil memanfaatkan peluang untuk melakukan manuver dan mengamankan posisi kedua dengan gemilang, sebuah penampilan yang ia nilai sungguh fantastis. Emosi Aoyama pun terekam jelas dalam siaran televisi dan media sosial saat ia berjalan menuju area parc ferme; mantan pebalap MotoGP tersebut terlihat menahan haru, bahkan menyeka air mata, sebagai bukti betapa signifikannya pencapaian Veda di hadapan publik Malaysia yang antusias.
Secara teknis, balapan ini menjadi pelampiasan bagi Veda setelah sebelumnya gagal memaksimalkan pole position di Moto3 Australia yang terpaksa dibatalkan. Mengawali balapan dari barisan depan, Veda sempat berada di posisi keenam dan terlibat insiden senggolan ringan dengan A. Fernandez di lap kedua, namun ia berhasil mengendalikan situasi untuk merangsek ke posisi kelima. Pertarungan paling krusial terjadi melawan pebalap tuan rumah, Hakim Danish, di mana kedua sosok tersebut saling beradu strategi hingga lap terakhir. Drama memuncak saat A. Carpe sempat merebut posisi kedua di tikungan pertama lap penutup, tetapi Veda dengan cepat melakukan perlawanan dan berhasil merebut kembali posisinya hingga garis finis.
Dampak Klasemen dan Tantangan ke Depan
Hasil finis kedua di Sirkuit Sepang ini mengukuhkan posisi Veda Ega Pratama di peringkat ketujuh klasemen sementara pembalap Moto3 dengan koleksi 131 poin. Ia kini tertinggal selisih sembilan poin dari Marco Morelli yang menempati urutan keenam, memberikan tekanan kompetitif menuju seri-seri berikutnya. Catatan waktu 33 menit 7,634 detik milik pemenang Maximo Quiles juga menjadi tolok ukur performa Veda yang finis dengan selisih 3,734 detik di belakangnya. Dengan reputasi Sirkuit Sepang yang dikenal tinggi dan berisiko, kemampuan Veda bertahan di depan tekanan Hakim Danish dan David Almansa menjadi bukti konsistensi mental yang krusial untuk karier profesionalnya. Pencapaian podium kedua ini bukan hanya angka statistik, melainkan validasi nyata bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di kancah tertinggi motorsport global, didukung penuh oleh tim Honda yang bangga melihat progres signifikan tersebut.
BERITA TERKAIT (Olahraga)

Jack Miller Kritik Keputusan MotoGP Qatar, Sebut Mayoritas Pembalap Tidak Ingin Ikut Balapan

MotoGP 2026: Duel Marquez vs Martin, Acosta & Bezzecchi Masih Buka Peluang

Panas di Liga Champions: MU Siap Sambut AS Roma, Sang Raksasa yang Tak Ternodai di Serie A
