Telkom Kembangkan AI Cloud dan IoT Nasional Gandeng Teknologi Global

Telkom Indonesia secara aktif mempercepat penguatan kedaulatan digital nasional melalui pembangunan infrastruktur terintegrasi yang mencakup data center, platform Internet of Things (IoT) berskala nasional, hingga pengembangan model kecerdasan buatan (AI) berbasis cloud. Strategi multi-fase ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber teknologi asing dengan mengadopsi pendekatan hibrida yang menggandeng vendor dari kawasan Timur dan Barat. Inisiatif ini menjadi fondasi utama bagi transformasi digital Indonesia agar lebih mandiri, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan industri domestik.
Fondasi Infrastruktur dan Layanan AI
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menegaskan bahwa ketersediaan data center dan layanan cloud dalam negeri merupakan prasyarat mutlak untuk mendukung ekosistem digital yang sehat. Perusahaan juga telah meluncurkan platform IoT nasional yang didukung penuh oleh Telkomsel, yang kini mulai diaplikasikan secara komprehensif untuk kebutuhan industri dan pelayanan klien korporasi. Lebih lanjut, Telkom mengembangkan model AI cloud yang berfungsi sebagai basis pengembangan aplikasi bagi masyarakat luas, instansi pemerintah, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna meningkatkan efisiensi operasional dan inovasi layanan.
Strategi Mitigasi Ketergantungan Teknolog
Untuk memastikan kemandirian, Telkom mengoperasikan teknologi dari berbagai negara, termasuk China, Eropa, dan Amerika Serikat, secara simultan di dalam sistem operasional Indonesia. Pendekatan ini bertujuan untuk menghindari risiko 'locking' atau dominasi total oleh satu penyedia teknologi tertentu, di mana arsitektur organisasi dan operasional dibangun sedemikian rupa agar tidak ada satu vendor pun yang dapat mengunci kendali sistem. Melalui strategi ini, Telkom dapat memanfaatkan lompatan teknologi global tanpa menyerahkan otoritas operasional sepenuhnya kepada pihak asing, sekaligus menjaga sovereignty data nasional.
Kesuksesan strategi ini tidak dapat dilepaskan dari dukungan ekosistem yang kuat. Nanang menyatakan kesiapan Telkom untuk menjadi penggerak utama kedaulatan digital melalui kombinasi tim ahli, data center, cloud, dan platform terpadu sebagai titik awal yang strategis. Namun demikian, pengembangan ini masih menghadapi tantangan dari sisi viabilitas bisnis, sehingga membutuhkan komitmen kuat dari industri dan dukungan kebijakan pemerintah agar layanan AI dapat berkembang dan dimanfaatkan secara lebih luas. Aspek keamanan siber juga menjadi prioritas mutlak yang harus disiapkan sebagai benteng pertahanan bagi bangsa dalam mengonsumsi dan mengelola data internet serta AI secara aman.
BERITA TERKAIT (Teknologi)
